Suara.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan istilah hilirasi digital yang disampaikan Gibran Rakabuming Raka lebih akademis dibanding 'slepetnomics' yang digaungkan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Pernyataan itu disampaikan Dahnil menjawab kritikan pihak-pihak atas pernyataan cawapres nomor urut 2 soal hilirisasi digital.
"Kemarin, misalnya ketika Mas Gibran menggunakan istilah hilirisasi digital itu kemudian dikritik, 'oh mana ada istilah hilirisasi digital'. Emang kalau istilah 'slepetonomics' ada? Nggak," kata Dahnil dalam acara bedah buku "Politik Pertahanan" di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (5/1/2024).
Dahnil lantas menegaskan bahwa hilirisasi digital seperti yang disampaikan Gibran tersebut lebih akademik. Ia menjelaskan sekaligus makna istilah yang disampaikan Gibran.
"Ini (hilirisasi digital) lebih bagus dan lebih akademik, hilirisasi digital. Itu bermakna kita mau mendorong digitalisasi di negeri kita ini, termasuk di sektor pertahanan, istilah kami itu DNA, Device Network and Application itu punya kita sendiri," kata Dahnil.
Sebelumnya, calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar menyebutkan istilah ‘slepetnomics’ saat memberikan pernyataan penutup atau closing statement dalam debat cawapres pada Jumat (22/12/2023).
Lantas apa itu ‘slepetnomics’ yang digaungkan oleh Cak Imin? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Mulanya, Cak Imin mengungkapkan bahwa sarung merupakan simbol kesetaraan dan keadilan. Lalu, Cak Imin menjelaskan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah Indonesia saat ini tiidak memiliki keberanian untuk mewujudkan keadilan dan berpihak kepada masyarakat.
"Sarung itu lembut, tapi di tangan orang yang baik bisa jadi slepet atas ketidakadilan dan kecurangan," katanya.
Baca Juga: Kubu AMIN Heran dengan Hilirisasi Digital Ala Gibran: Tak Ada dalam Literatur Akademis
Berkaca pada permasalahan tersebutlah, Cak Imin menggagas istilah ‘slepetnomics’ yang ia sebut sebagai solusi permasalahan ekonomi nasional.
Slepetnomic Gagasan Ekonomi
Ia juga mengklaim bahwa ‘slepetnomic’ merupakan gagasan ekonomi yang sudah diuji oleh para pakar dan berbasis dari pengalaman batin dan rasa.
Cak Imin menjelaskan solusi ‘slepetnomic’ ditujukan untuk memangkas anggaran proyek yang hanya menguntungkan segelintir orang dan justru menyengsarakan masyarakat.
"Ke depan proyek yang menyedot begitu banyak uang rakyat hanya untuk memenuhi selera tertentu, maka kita harus slepet," tutur Cak Imin.
Lebih lanjut, pemangkasan anggaran tersebut akan digunakan untuk pemerataan pembangunan kota dan desa di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai