Suara.com - Juru Bicara Timnas Anies-Muhaimin (AMIN), Muhammad Ramli Rahim menyebut Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie sedang berusaha menarik simpati dengan menyebut Anies Baswedan memfitnah Prabowo Subianto dalam debat capres.
"Mungkin itu lah cara PSI atau cara Grace menarik simpati," kata Ramli saat dikonfirmasi, Kamis (11/1/2024).
Menurut Ramli, selama ini Anies selalu berbicara menggunakan data. Khususnya terkait lahan 340 ribu hetare milik Prabowo, Ramli menyebut Anies mengambil data dari Presiden Joko Widodo.
"Data luas lahan itukan diambil Anies dari datanya Pak Jokowi, jelas referensinya," ungkap Ramli.
Selain itu, Ramli menepis narasi yang mengatakan Anies menyerang Prabowo secara personal. Ramli menilai pertanyaan tentang anggaran pertahanan sebagai domain performance accountability.
"Membongkar decision making Prabowo dalam mengelola anggaran pertahanan itu domain performance accountability," ucap Ramli.
Untuk diketahui, Grace baru-baru ini mengunggah video di akun Instagram pribadinya dengan menyebut Anies telah menyebar kebohongan tentang Prabowo saat debat capres.
"Dalam debat itu ada banyak kebohongan dan fitnah dari apa yang disampaikan oleh Pak Anies kita semua udah tahu itu," kata Grace dalam video yang diunggah.
Selain itu, Grace menuding Anies melakukan fitnah kepada Prabowo dan mencoba menjatuhkan nama baik Menteri Pertahanan itu.
Baca Juga: Soal Peluang Berkoalisi dengan PDIP, Anies Puji Megawati: Beliau Penjaga Demokrasi
"Yang buat saya heran adalah mengapa Pak Anies bisa ya terpikir untuk menggunakan cara-cara kotor kayak gitu," sebut Grace.
Grace lalu mengungkit Anies pernah meminta tolong kepada Prabowo. Ia menilai Anies menjadi baik hanya karena ada kepentingan.
"Kenapa juga Pak Anies minta tolong dan dukungan ke orang yang hari ini Pak Anies selalu jatuhkan. Saya jadi berpikir mungkin buat seorang Anies Baswedan baik dan buruk itu hanya soal kepentingan aja, mungkin loh ya," ucap Grace.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024