Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menanggapi para petinggi partai pengusung capres dan cawapres nomor urut tiga, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang bakal mengerahkan kekuatan penuh saat kampanye terbuka zonasi Pemilihan Presiden (Pilpres).
Salah satunya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri disebut akan turun gunung untuk memenangkan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024.
Airlangga ditemui usai perayaan Natal Nasional Partai Golkar di Labuhanbajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Mingu (14/1/2024), mengatakan mereka para petinggi partai pengusung capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, sudah tidak di 'gunung.'
"Kita kan sudah di daratan terus, enggak di gunung," kata Airlangga.
Airlangga dengan percaya diri, menargetkan Prabowo-Gibran menang satu putaran.
"Di Indonesia sekali putaran, dan target di NTT 65 persen," tegasnya.
Megawati Siap Turun Gunung
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto sebelumnya menyebut para petinggi partai pengusung Ganjar-Mahfud akan turut serta dalam kampanye.
Adapun petingga partai yang akan 'turung gunung' di antaranua, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, Plt Ketua Umum PPP M Mardiono, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, dan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO).
Baca Juga: Curhatan Prabowo 2 Bulan Kampanye Keliling 10 Provinsi: Saya Merasa Tambah Muda
Disebutnya, Tim Pemenangan Nasional (TPN) bersama Capres Ganjar Pranowo dan Cawapres Mahfud Md juga telah bersiap akan hal tersebut.
"Kami sudah menyiapkan berbagai opsi-opsi kampanye dari Bu Mega, Pak Ganjar, Prof Mahfud, Pak Mardiono, Pak Hary Tanoe, Pak Andika Perkasa dan Pak Sandiaga Uno," ujar Hasto di Rumah Susun Tanah Tinggi, Senen, Jakarta, Minggu.
Tak hanya itu, Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud ini juga menyebut, para menteri PDIP yang berada dalam Kabinet Indonesia Maju juga telah dipersiapkan untuk turun ke bawah bersama rakyat melakukan kampanye sesuai zonasi.
Selain itu, para elite parpol hingga jajaran TPN Ganjar-Mahfud pun akan melakukan kampanye terbuka zonasi.
"Jadi, kami sudah menyiapkan dengan baik, tinggal menunggu keputusan resmi dari KPU terkait dengan pembagian zonasi," jelas Hasto.
Berita Terkait
-
Curhatan Prabowo 2 Bulan Kampanye Keliling 10 Provinsi: Saya Merasa Tambah Muda
-
Telak! TKN Prabowo-Gibran Skakmat Sindiran Hasto PDIP: Mereka yang Emosi!
-
Mobil Ditembak saat Salat Subuh, Begini Reaksi Kubu Prabowo soal Kasus Penembakan Relawan di Sulsel
-
Megawati, Sandiaga, HT hingga Andika Perkasa Siap Turun Gunung Menangkan Ganjar-Mahfud, Apa Strategi Mereka?
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Bagaimana Cara Cek Kondisi Mesin Motor Bekas? Ini 5 Opsi Cocok untuk Antar Jemput Anak Sekolah
-
Beli Tiket Konser dan Fun Run Lewat Fitur Lifestyle BRImo, Hemat hingga Rp100 Ribu
-
Love Local 2026, Ajang Merayakan Inovasi Beauty Buatan Indonesia
-
Spider-Man: Brand New Day dan Awal Era Mutan di Marvel Cinematic Universe
-
5 Syarat dan Cara Dapat Subsidi Mobil Listrik dari Pemerintah
-
4 Pelembap Retinol Ampuh Pudarkan Bekas Jerawat dan Muluskan Tekstur Kulit
-
Sean Gelael Bongkar Rahasia Balap Endurance, Soroti Ketahanan Fisik dan Performa Mesin
-
Sopir Avanza Tewas Tabrak Truk yang Lagi Berhenti di Tol Cijago
-
Kecam Pernyataan Londo Ireng, Jurnalis Bali: Prabowo Harus Minta Maaf
-
Ulasan Film Unlocked: Ketika Kehilangan Ponsel Jadi Awal Teror Paling Nyata