Suara.com - Capres nomor urut 1, Anies Baswedan berjanji akan memberikan jaminan kesehatan kepada para driver oje online (ojol) jika nantinya terpilih sebagai Presiden RI pada 2024.
Hal itu disampaikan Anies dalam acara Desak Anies Edisi Buruh & Ojol di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2024).
Tepis Seruan Gus Nadir dan Gus Ipul Menangkan Prabowo-Gibran, Gus Yahya: Bukan Resmi dari PBNU!
Bus Kampanye AMIN Mendadak Dibatalkan, Mardani Ali Sera: Massa Siap Longmarch ke JIS
"Menurut saya negara harus hadir untuk membantu memberikan jaminan kerja, jaminan kesehatan, kepada semua yang bekerja di industri online, ojek online, ini harus," kata Anies di lokasi.
Selain itu, Anies menilai pemerintah memang harus menyiapkan jaminan kesehatan bagi para driver ojol. Menurut Anies, pemerintah tidak boleh mengabaikan hak-hak para driver ojol.
"Bahkan dalam catatan kami semua regulasi yang terkait dengan ini harus disiapkan oleh Kementerian Tenaga Kerja. Kementerian Tenaga Kerja enggak boleh absen justru harus hadir dan menyusun regulasi untuk para pekerja online," ucap Anies.
Eks Gubernur DKI Jakarta itu juga berebcana memberikan pelayanan BPJS Ketenagakerjaan dan lainnya bagi pada driver.
Risaukan Ini saat 14 Februari, Prabowo ke Pendukung: Sesudah Nyoblos, Jangan Pulang!
Baca Juga: Bila Terpilih Jadi Presiden 2024, Anies Baswedan Langsung Bereskan Masalah Pangan
Sindir Balik Luhut? Cak Imin Sebut Sosok Opa-opa Bantu Orang Lain usai Debat Cawapres
"Lalu yang tidak kalah penting saya membayangkan dibuatkan semacam BPJS ketenagakerjaan khusus ojol. Lalu banyak program dari pemerintah seperti subsidi pendidikan, KIP, plus KPIK Plus akan diberikan kepada semua pengemudi ojol yang terlibat di sini," kata Anies.
Lebih lanjut, Anies menekankan pentingnya pemerintah dan pihak pengusaha menyusun SOP bagi keselamatan para driver ojol. Sebab, para driver ojol, kata Anies, merupakan profesi yang rentan.
"Pemerintah bersama-sama dengan para pelaku menyusun standar safety bagi para pengemudi ojol karena kita tahu banyak sekali kejadian kecelakaan karena tidak ada batasan jam kerja," kata Anies.
"Tidak ada unsur kontrol, dan kelelahan itu sangat bisa terjadi dan ketika kelelahan terjadi potensi kecelakaan itu sangat tinggi," lanjutnya
Berita Terkait
-
Anies Bertemu Emil Salim Sampai Tengah Malam, Ini yang Dibahas
-
Ekspresi Emoh Gibran Lihat Kaos Kaesang, Erina Gudono Senyum Tipis: Karepmu Sang
-
Geram dengan Pernyataan Mahfud MD, Hotman Paris Minta Jokowi Pecat Menkopolhukam
-
Yakin Menang Satu Putaran, Ulama Kharismatik di Lebak Banten Sebut Prabowo Gibran Sedikit Bicara Banyak Kerja
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara