Suara.com - Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat Rachland Nashidik geram terhadap sejumlah orang yang menuding Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berambisi menjadi cawapres.
Rachland lalu membandingkan sikap AHY dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
"Kalian serang AHY karena kalian tuding berambisi jadi Cawapres. Tapi, kalau begitu, kenapa kalian tak serang Muhaimin?" tulis Rachland di akun X.
Baca Juga:
GKR Bendara Putri Sultan Jogja Jajan di Gerobak Angkringan, Tingkahnya Menjadi Sorotan Publik
Menurut dia, Cak Imin melompat ke kubu Anies Baswedan karena keinginannya menjadi cawapres tidak disambut kubu Prabowo Subianto.
Di kubu Anies Baswedan, Cak Imin lalu dijadikan cawapres mendampingi Anies. Karena itu Rachland heran mengapa AHY yang dituding berambisi menjadi cawapres.
"Hari ini adalah Imin yang jadi Cawapres bukan AHY. Tapi kenapa tetap AHY yang kalian tuding?" ujar Rachland Nashidik.
Baca Juga: Cak Imin: Mundurnya Mahfud MD dari Menkopolhukam Harusnya Jadi Teguran Bagi Prabowo-Gibran
Ia lalu menceritakan bahwa AHY tidak ngotot menjadi cawapres ketika mulai menjajagi berkoalisi dengan kubu Prabowo Subianto.
Menurutnya, AHY justru mengusulkan nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai cawapres Prabowo.
Hal ini kata Rachland, membuktikan bahwa jabatan bukan tujuan utama AHY dalam berpolitik karena jabatan hanyalah perantara.
"AHY membuktikan, jabatan bukan tujuan. Dalam politik, jabatan itu cuma sepeda untuk menghampiri tujuan," tutur Rachland.
Rachland mengatakan, diskursus tentang politik lebih penting dari jabatan. Politik menurutnya membutuhkan upaya komunikatif yang rasional untuk menjembatani pengertian-pengertian dan memenangkan kesepakatan.
"Upaya itu, ironisnya, justru dilakukan oleh Prabowo. Anies? Ia tak mengajak Demokrat membicarakan lebih dulu rencana baru, alasan dan strateginya," ucap Rachland.
Berita Terkait
-
Cak Imin: Mundurnya Mahfud MD dari Menkopolhukam Harusnya Jadi Teguran Bagi Prabowo-Gibran
-
Seberapa Kaya Gibran? Digugat Rp 10 Juta oleh Almas yang Loloskannya Jadi Cawapres
-
Ternyata Ini 'Gerah' yang Dirasakan Mahfud Ketika Menjadi Cawapres Sekaligus Menteri
-
Blak-blakan! Mahfud Ungkap Terjadi Konflik Kepentingan Jadi Cawapres Merangkap Menteri
-
Mahfud MD Merasa Plong Setelah Mundur dari Jabatan Menko Polhukam
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024