Suara.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari menjelaskan tentang pencoblosan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri dengan metode pos.
Menurutnya, saat ini pemilih di luar negeri yang sudah menerima surat suara melalui pos sudah bisa langsung melakukan pencoblosan.
"Jadi surat suara metode pos itu kan dikirimkan jadwalnya tanggal 2 sampai 11 Januari," kata Hasyim kepada wartawan, Sabtu (3/2/2024).
"Jadi, kalau ada pemilih, begitu menerima surat suara metode pos, maka sesaat itu juga bisa langsung dicoblos dan kemudian dimasukkan amplop, dikirim balik ke kantor-kantor PPLN kita," tambah dia.
Lebih lanjut, Hasyim menjelaskan meski pemungutan suara melalui metode pos dilakukan lebih cepat dibanding pemungutan suara dalam negeri yaitu 14 Februari 2024, tetap penghitungan suaranya dilakukan secara bersamaan.
"Sebagian besar di 128 PPLN itu dilaksanakannya lebih awal daripada di Indonesia. Hanya saja ini penghitungan hasil suaranya itu dilaksanakan bersamaan dengan pemilu di dalam negeri. Jadi tidak dihitung lebih awal, tapi bersamaan," tutur Hasyim.
Setelah itu, metode pemungutan suara yang akan dilakukan berikutnya adalah dengan kotak suara keliling (KSK). Dengan metode ini, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) akan berkeliling ke komunitas-komunitas WNI dengan membawa kotak dan surat suara berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT).
"Masing-masing kotak suara keliling itu ada DPT-nya karena surat suara itu dicetak basisnya adalah atau dasarnya adalah jumlah pemilih di dalam DPT," ujar Hasyim.
Dengan begitu, KPU memastikan orang yang bisa memilih melalui KSK hanya orang yang sudah berada dalam DPT.
Baca Juga: KPU Akan Coret Salah Satu Nama Pemilih yang Menjadi Data Ganda
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Perkuat Lini Serang, Kendal Tornado FC Rekrut Winger Jepang Yushi Yamaya
-
DPR Dinilai Gagal Awasi Pemerintah, 15 Akademisi Bentuk Kabinet Bayangan
-
Ulasan Novel Tuan Besar Gatsby: Saat Kekayaan Tak Mampu Membeli Cinta
-
Kasus Sutrimo Jadi Ujian Negara, Koalisi Sipil Desak Usut Tuntas Kaitan dengan Eks Jampidsus
-
Rio Fahmi Yakin Persija Berkembang Usai Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026
-
Tito Mohon-mohon ke Purbaya Minta Cairkan Tambahan Anggaran Rp 6 T buat Pemulihan Sumatra
-
Viral Kasus Pelecehan Seksual Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerja Sama Debt Collector
-
Shin Tae-yong Maklumi Persija Kalah di Laga Perdana Piala Presiden 2026
-
Industri Kreatif Bergeser, Strategi Kampanye Tak Lagi Cukup
-
Ekonom UGM Endus Pola Penggusuran 'Orang Jokowi' di Balik Mundurnya Gubernur BI