Suara.com - Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyinggung mengenai politik anggaran kesehatan agar memperpanjang angka harapan hidup masyarakat ke depannya.
Menurut ia, angka persentase kesehatan harus dikembalikan di angka 5-10 persen. Langkah kebijakan ini dinilai akan memenuhi kebutuhan melalui layanan kesehatan yang baik.
Namun Ganjar memastikan jika perihal kesehatan harus didukung dengan adanya upaya pencegahan (promotif) seperti halnya, berolahraga.
"Berolahraga akan sehat itu, bersih sehat. Saya kira itu yang paling baik maka dalam tahap berikutnya baru kita memberikan Fasilitas Kesehatan sampai ke desa-desa seperti saya sampaikan satu Desa satu faskes,"ungkap Ganjar.
Mantan Gubernur Jawa Tengah ini memastikan jika perlunya politik anggaran kesehatan mesti diberikan dengan porsi yang dikembalikan di angka 5-10%.
"Angka yang bisa memastikan dalam politik kesehatan kita layanan itu akan lebih baik namun ingat kalau angka harapan hidup maka terhadap mereka mesti mendapat layanan kesehatan yang maksimal," ucap Ganjar.
Pelayanan kesehatan juga didukung mendapatkan hiburan yang baik, dari budayawan juga bisa membantu mereka untuk membahagiakan.
"Kami juga perlu mendapatkan pelayanan yang baik maka kalau kami mendapatkan layanan yang baik Kami merasa nyaman, Kami senang dan hidup kami akan lebih panjang maka peran Posyandu Dasa Wisma peran Kelurahan RT itu menjadi kekuatan yang luar biasa," ucap Ganjar.
Ganjar pun menginginkan jika Pemerintah akan mendampingi dalam setiap kebijakan yang ada sehingga dalam politik anggaran itu persentase yang perlu disiapkan agar anggaran bisa cukup untuk bisa memenuhi pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Berita Terkait
-
Ganjar: Sudah Saatnya Kodifikasi Hukum Pemilu Dilakukan
-
KPK Usul Pembatasan Uang Tunai di Pemilu, Ganjar Pranowo: Bagus, Tapi Pertimbangkan Daerah Remot
-
Tanggapi Usul KPK Soal Capres Harus Kaderisasi Partai, Ganjar: Tidak Mudah Diterapkan
-
Purbaya Pusing Anggaran Kesehatan Makin Besar Tiap Tahun, 2026 Tembus Rp 247,3 Triliun
-
Ganjar Soroti Pelaksanaan Demokrasi dan Isu Pilkada di Rakernas PDIP 2026
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024