Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan memakai alat bantu berteknologi khusus dalam penghitungan dan rekapitulasi pemungutan suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Cara ini berbeda dengan pemilihan sebelumnya.
Alat itu adalah sistem rekapitulasi (Sirekap) yang menggantikan Sistem Informasi Penghitungan (Situng) yang dipakai pada Pemilu 2019. Hal ini disebut Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) sebagai kemunduran.
Tak sedikit warganet juga mengkritik hal tersebut. Mereka khawatir pemilu tahun ini tidak akan transparan dengan alat bantu itu. Lantas, apa bedanya Sirekap dan situng? Benarkah alat baru ini justru membuat kemunduran?
Beda Sirekap Vs Situng
Sirekap sudah digunakan pada Pilkada 2020 dan akan dilanjutkan untuk Pemilu tahun ini dengan sedikit pembaruan. Di antaranya, akun admin Sirekap menjadi dua untuk setiap TPS. Di mana berupa akun utama dan satu akun cadangan.
Lalu, bisa dipakai dalam kondisi offline untuk mengantisipasi server down. Jadi, semisal ada masalah jaringan ketika rekapitulasi, maka sistem akan menunggu jaringan kembali normal untuk melanjutkan proses unggah.
Dengan begitu, prosesnya tak perlu mengulang dari awal. Dalam hal ini, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) akan menghitung dan merekapitulasi langsung hasil suara di TPS melalui aplikasi Sirekap Mobile.
KPPS akan mengambil gambar formulir C Plano untuk lima jenis surat suara. Mulai dari Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan DPD. Lalu, aplikasi itu bakal membaca data yang dipotret.
Jadi, hasil penghitungan suara dalam C1 plano akan diunggah dan masuk ke server KPU. Sirekap dilengkapi dengan pengenalan tanda optis (optical mark recognition) dan pengenalan karakter optis (optical character recognition).
Baca Juga: Kocak! Prabowo Tanya Ke Pendukung Di GBK: Mau Dengar Pidato Atau Joget?
Hal tersebut memungkinkan pola dan tulisan tangan yang terdapat pada formulir C1 plano langsung dikenali. Selain itu, bisa diubah menjadi data numerik untuk dikirim ke server. Data tekait juga berbeda dengan Situng.
Di mana proses unggah data di Sirekap tak lagi pada rekapitulas tingkat kabupaten/kota, melainkan langsung di TPS. Sementara itu, Situng yang dipakai pada Pemilu 2019 mencatat hasil setiap TPS dengan cara scanning formulir C-Hasil.
Dokumentasi hasil di tingkat KPU kabupaten/kota itu dilakukan dengan mesin scanner yang kemudian masuk ke server KPU. Adapun formulir tersebut berdasarkan hasil salinan formulir C1 yang dibuat oleh KPPS di tingkat TPS.
Di sisi lain, pembaruan Sirekap lainnya adalah data yang bisa dilihat publik di tidak lagi berupa foto mentah formulir seperti di Situng. Bentuknya menjadi numerik berupa diagram dan langsung dipublikasi yang dapat dengan mudah diakses rakyat.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Kocak! Prabowo Tanya Ke Pendukung Di GBK: Mau Dengar Pidato Atau Joget?
-
Anies Di Kampanye Terakhir: Bansos Untuk Rakyat, Bukan Kepentingan Yang Mengantarkan
-
Massa Hajatan Rakyat Tumpah Ruah Padati Lapangan Simpang Lima Semarang, Kelompok Disabilitas Ikut Menikmati
-
Keras! Prabowo Sebut Pihak Tak Setuju Makan Siang Gratis Bukan Orang Waras
-
Anies Kagum JIS Penuh Sesak: Belum Pernah Dipenuhi Orang Sebanyak Ini
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
El Nino 2026 Ancam Pertanian, Air Bersih hingga Karhutla
-
Sabet 15 Medali di Malaysia, MMA Indonesia Makin Siap Tempur di Asian Games 2026
-
Buruh India 'Gali Kuburan Sendiri', Ajari Robot AI untuk Gantikan Posisi Pekerjaan Mereka
-
Mazda CX-30 Jadi Mobil Pertama Rakitan Dalam Negeri yang Debut di GIIAS 2026
-
Dari Rp500 Ribu Jadi Skandal Rp24,5 Miliar: Begini Cara "Orang Dalam" Bobol BPJS Ketenagakerjaan
-
Purbaya Bantah Jadi Calon Gubernur BI, Klaim Bersyukur Dikasih Jabatan Menkeu
-
Tenggat PP Kesehatan Terlewati, Pemerintah Dikritik Tak Taat Konstitusi soal Pengendalian Rokok
-
Kemendagri Dukung Penguatan Pembiayaan Perumahan untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah di Jawa Timur
-
Review Drama Alice in Borderland, Teka-Teki Permainan Kartu yang Mematikan
-
Kejagung Geledah Empat Perusahaan Milik Don Ritto Terkait Kasus Febrie Adriansyah