Suara.com - Golput adalah istilah yang digunakan untuk menyebut mereka yang memilih untuk tidak memberikan suara pada pemilihan umum.
Meski demikian, banyak tokoh yang selalu mengajak masyarakat untuk tidak golput pada Pemilu 2024 karena menurutnya menyalurkan hak suara sama dengan menyemai kebajikan.
"Jangan golput. Dengan memilih pada pemilu, kita sedang menyemai nilai-nilai kebaikan dan itu menjadi pintu untuk terselenggaranya kebaikan dan kemaslahatan bagi kita semua," kata Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Mohammad Mukri.
Baca Juga:
Ada Sosok Ini Yang Punya Pengaruh Besar, Prabowo-Gibran Semakin Kuat di Bogor
Lalu, apa jadinya jika potensi golput justru bakal muncul di TPS capres-cawapres?
Adalah potensi golput yang muncul dari kalangan awak media peliput TPS seluruh pasangan calon (paslon), Rabu (14/2/2024).
Tak sedikit awak media yang terpaksa tak memberikan hak suara karena harus meninggalkan tempat tinggal. Di satu sisi, seharusnya ada hak untuk memilih dan berpartisipasi yang didapatkan para jurnalis.
Baca Juga: Kapan Quick Count Pemilu Boleh Diumumkan? Ketahui Ketentuannya Menurut Undang-undang
Angga Eka Saputra, jurnalis salah satu televisi nasional sudah dua kali melewatkan memberikan hak suara di pesta demokrasi sejak 2019 silam.
Jurnalis asal Malang itu harus standby tugas peliputan TPS cawapres Gibran Rakabuming Raka di TPS 034, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Solo.
Dia sejatinya tercatat sebagai daftar pemilih tetap (DPT) wilayah Jawa Timur V yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Batu, dan Kota Malang.
"Pemilu sekarang saya juga terpaksa tidak nyoblos. Lha mau bagaimana lagi sudah ada penugasan dari kantor di sini (Solo)," kata dia kepada Suara.com, Selasa (13/2/2024).
Dirinya tak menampik adanya kesempatan pindah lokasi DPT. Namun tiap TPS hanya memiliki kuota minim untuk perpindahan DPT.
"Ada beberapa teman dari Jakarta dan daerah lain yang juga sama terpaksa tidak nyoblos," ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim