Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta bakal melakukan Pemilu susulan di 12 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Hal ini dilakukan lantaran TPS tersebut kebanjiran pada hari pencoblosan 14 Februari lalu.
Pada saat banjir melanda wilayah itu, kotak suara 12 TPS tersebut dilanda terendam air lantaran banjir.
Ketua KPU DKI Jakarta, Wahyu Dinata mengatakan pihaknya akan melakukan pemungutan suara ulang pada Minggu (18/2/2024).
"Kemungkinan hari Minggu. Koordinasi terakhir dengan teman-teman KPU Jakarta Utara, itu kemungkinan hari Minggu," ujar Wahyu saat dikonfirmasi, Kamis (15/2/2024).
Wahyu menjelaskan, pemungutan suara ulang harus dilaksanakan paling lambat 10 hari setelah pemungutan suara awal. Ketentuan ini berdasarkan Peraturan KPU Nomor 25 Tahun 2023 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara.
Untuk itu, ia pun memastikan pihaknya akan melakukan distribusi ulang untuk mengganti logistik yang sebelumnya rusak terendam banjir.
"Untuk waktu pemilihan sama, sesuai tahapan yang ada (mulai pukul 07.00-13.00 WIB)," ucap Wahyu.
Sebelumnya, hujan dengan intensitas lebat hingga sedang melanda Jakarta sejak dini hari hingga pagi pada Rabu (14/2/2024) bertepatan dengan hari pencoblosan. Imbasnya, sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Ibu Kota kebanjiran.
"BPBD mencatat total sebanyak 70 TPS dari total 30.766 TPS di Jakarta yang terdampak genangan," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji kepada wartawan.
Baca Juga: Prabowo-Gibran Menang Versi Quick Count, Jokowi: Sabar, Ojo Kesusu
Lantaran kebanjiran, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pun memindahkan TPS ke lokasi yang aman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi