Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) akan aman dari serangan siber berupa Distributed Denial of Service (DDOS).
Sebab, anggota KPU Betty Epsilon Idroos menjelaskan, Sirekap dilindungi oleh web application firewall (WAF) dan anti-DDOS yang bisa membersihkan traffic secara efisien.
Baca Juga:
Titiek Soeharto Bakal Gigit Jari? Prabowo Ternyata Punya Nama Lain untuk Jadi Ibu Negara
1 Pendukung Ganjar Pranowo Masuk Rumah Sakit Terkena Gangguan Jiwa
Reaksi Iwan Fals Lihat Komeng Jadi Anggota Dewan: Negeriku Tambah Lucu Nih
Selain ini, WAF dan anti-DDOS juga diklaim bisa memberi perlindungan meski jumlah pengguna yang mengakses Sirekap sangat tinggi.
“DDOS sendiri adalah anti distributed denial of service, serangan siber yang terjadi dengan cara membanjiri server dengan fake traffic internet yang diharapkan bisa lumpuh. Tujuannya untuk mencegah pengguna lain mengakses layanan,” kata Betty di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2024) malam.
Menurut dia, pengguna Sirekap tidak hanya berada di Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Untuk itu, Sirekap menggunakan layanan cloud dengan teknologi Anycast yang teregister di Singapura.
Baca Juga: KPU: Ada Data Anomali di 5.550 TPS untuk Penghitungan Suara Pileg DPR RI
“Hal ini dilakukan dengan alasan bahwa DDOS terjadi tidak hanya di Indonesia, tapi juga di luar negeri,” ujar Betty.
“Namun secara teknologi traffic anti DDOS terbagi menjadi dua traffic, untuk user Indonesia melalui jalur IP Network yang terdapat di Indonesia,” lanjut dia.
Pada kesempatan yang sama, Betty mengakui beberapa website KPU mendapatkan serangan DDOS pada hari pemungutan suara, 14 Februari 2024, termasuk kpu.go.id.
“Proses KPPS ketika awal menginput ke dalam Sirekap sempat mengalami kendala beberapa saat karena DNS go.id mengalami serangan DDOS, namun dalam 2 jam dapat teratasi,” tandas Betty.
Berita Terkait
-
Petugas KPPS Tak Bisa Ubah Data Suara Pilpres di Sirekap, KPU Jelaskan Solusinya!
-
Anggaran Banyak Harus Segera Diperbaiki, PAN Beri 5 Catatan soal Beda Hasil Hitung Suara Caleg di Web KPU
-
Rekapitulasi Suara di Sejumlah Kecamatan Sempat Dihentikan, KPU Jelaskan Alasannya
-
KPU: Ada Data Anomali di 5.550 TPS untuk Penghitungan Suara Pileg DPR RI
-
Sistem Sirekap KPU Temukan Ketidaksesuaian Data di 1.223 TPS, Ini Penjelasannya
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan