Suara.com - Calon presiden Prabowo Subianto mengakui dirinya kerap menawarkan dan mengajak Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh untuk bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Hal itu disampaikan Prabowo usai melakukan pertemuan dengan Paloh di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2024).
"Saya selalu menawari, saya selalu mengajak. Bener enggak? Iya," kata Prabowo yang berdiri di sisi kiri Paloh.
Mendengar jawaban Prabowo itu, Surya Paloh terlihat bergerak seperti salah tingkah (salting). Tampak senyum dan tawa lepas Paloh mendangar pernyataan Prabowo tersebut.
Lebih Satset Anies, Begini Alasan Ganjar Belum Gugat Hasil Pilpres ke MK
KPU Umumkan Hasil Pilpres, Rizieq Shihab Kirim Pesan Berapi-api: Tidak Ada Kata Damai!
Resmi Gugat Hasil Pilpres 2024 ke MK, 190 Pengacara Siap Bela Anies-Cak Imin
Sesaat kemudian, Paloh merangkul Prabowo dan mengantarkan sahabat lamanya tersebut menuju mobil untuk meninggalkan NasDem Tower.
Pertemuan Singkat
Baca Juga: Peluang NasDem Gabung Koalisi Prabowo-Gibran Lebih Besar dari PKS, Pengamat Ungkap Faktor Jokowi
Pertemuan antara Prabowo dan Surya Paloh di NasDem Tower berlangsung sekitar 30 menit.
Prabowo tampak didampingi Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, dan elite Gerindra lainnya, yaknibSugiono, dan Prasetyo Hadi.
Sementara Paloh didampingi Sekjen NasDem Hermawi Taslim, hingga Bendahara Umum NasDem Ahmad Sahroni.
Ucapan Selamat ke Prabowo
Sebelumnya diberitakan, Surya Paloh mengucapkan selamat kepada Prabowo-Gibran sebagai pemenang Pilpres 2024.
"Partai Nasdem juga mengucapkan selamat pada pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenang Pilpres tahun 2024," kata Paloh dalam jumpa pers di NasDem Tower, Rabu (20/3/2024) malam.
Selain itu, Paloh menyatakan bahwa NasDem menerima hasil Pemilu 2024.
"NasDem menyatakan menerima hasil Pemilu tahun 2024. Baik pemilihan legislatif, mupun pemilihan presiden dan wakil presiden," jelas Paloh.
Berita Terkait
-
Peluang NasDem Gabung Koalisi Prabowo-Gibran Lebih Besar dari PKS, Pengamat Ungkap Faktor Jokowi
-
'Penjaga' Dua Masjid Suci Ucapkan Selamat Ke Prabowo: Semoga Sukses, Indonesia Makin Maju
-
Tiba di NasDem Tower, Prabowo Gandeng Tangan Surya Paloh dan Jalan di Karpet Merah
-
Dear Prabowo-Gibran, Pengamat Sarankan Jangan Pernah Berpikir Memberikan Jatah ke yang Kalah
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan