Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto merespons nama mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang dilirik PDIP untuk maju di Pilkada Jawa Barat 2024.
Airlangga menilai bagus-bagus saja munculnya nama Susi Pudjiastuti.
"Bagus-bagus saja untuk Pandeglang," kata Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (20/6/2024).
Sebelumnya Susi dilirik PDI Perjuangan untuk bertarung dalam Pilkada Jawa Barat (Jabar) 2024 mendatang.
Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono mengatakan, ada pernyataan dari Susi Pudjiastuti yang apabila diminta masyarakat maka akan bersedia. Untuk itu, PDIP membuka peluang untuk mengusung Susi Pudjiastuti di Pemilihan Gubernur atau Pilgub Jabar.
"Ada statement Bu Susi beliau apabila diminta masyarakat, beliau akan siap. PDIP akan dalami itu, apakah Bu Susi siap untuk kami usung," kata Ono dikutip dari Antara, Rabu (19/7/2024).
Ono Surono menyatakan, Susi Pudjiastuti merupakan figur potensial untuk diusung pada kontestasi Pilkada Jabar bersama partai politik lainnya yang bersedia.
"Kita bisa dorong partai lain eksplor lebih jauh kesiapan Bu Susi. Menurut saya Bu Susi figur-nya menarik," ujarnya.
Untuk itu, dia mengaku akan mencoba berkomunikasi langsung dengan pengusaha perikanan dan aviasi asal Pangandaran tersebut untuk maju pada Pilkada Jabar.
Baca Juga: PKS Dan PDIP Disebut Bakal Rebutan Posisi Cawagub Anies, Siapa Paling Tepat?
"Saya jujur belum (komunikasi), baca dari media online soal kesiapan Bu Susi. Insya-Allah saya akan berkunjung langsung bertemu Bu Susi sekalian liburan ke Pangandaran," sebut Ono.
Di sisi lain, dia tak menampik bahwa partai-nya berpeluang pula untuk mengusung mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi pada Pilgub Jabar.
"Kami sudah ketemu Gerindra, saya pun sudah ketemu Dede Mulyadi. Sangat bisa. Tentunya kami saat ini analisa terhadap figur di Jabar yang punya potensi kami majukan," ucapnya.
Dia menyampaikan, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan berbagai partai politik lainnya untuk menghadapi kontestasi Pilkada Jabar 2024, seperti PKS dan PPP.
Berita Terkait
-
PKS Dan PDIP Disebut Bakal Rebutan Posisi Cawagub Anies, Siapa Paling Tepat?
-
Airlangga Ungkap Hasil Pertemuan Pimpinan Parpol Dengan Prabowo Di Kantor Kemenhan
-
Menko Perekonomian: Kementerian/Lembaga dan Pemda Harus Manfaatkan Regsosek untuk Menuju Indonesia Emas 2045
-
Setor Bukti ke Dewas, Kusnadi Staf Hasto PDIP Tuding Penyidik KPK Palsukan Surat Penyitaan
-
Raja Juli Antoni
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
IHSG Tahan Badai Menguat 1,55% Hari Ini, BBCA Pendorongnya
-
Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan
-
Kemendagri Bekali Pranata Humas di Era AI, Strategi Komunikasi Pemerintahan Lawan Disinformasi
-
Novel Spammer, Berawal dari Teror Digital Berubah Menjadi Teror Fisik Nyata
-
Prabowo Singgung Peluang Destry Jadi Gubernur BI: Terserah DPR Nanti
-
Komisi II DPR Usul Skema Gaji Baru untuk Kepala Daerah, Ada Reward dan Punishment
-
Daftar Lengkap 90 Kajari Baru Pilihan Jaksa Agung, Cek Siapa Nahkoda Baru di Daerahmu
-
Jangan Asal Foto! Pemkot Jogja Bongkar Masalah di Balik Plang Malioboro Portable
-
Masif OTT Bupati di Berbagai Daerah, KPK Tegaskan Tak Punya Target Khusus
-
Senjakala Traffic: Selamat Datang Era GEO dan Ambisi Invisible Media 5.0