Suara.com - Ketua Bidang Hukum Tim Pemenangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), Arif Wibowo mengaku tengah menelusuri tudingan dari pegiat media sosial Denis Malhotra yang menyebut Ridwan Kamil (RK) memanfaatkan momen kematian putranya, Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril untuk kepentingan politik. Pihaknya sedang memeriksa adanya kemungkinan tindak pidana atas cuitan Denis itu.
Menurutnya, pihaknya tak bisa langsung begitu saja melaporkan Denis ke pihak berwajib atas pernyataannya di media sosial. Perlu diperiksa lebih dulu apakah ada unsur pidana dari tindakan Denis.
"Untuk tim hukum sendiri sudah mengetahui dan kami lagi identifikasi. Apakah memang itu termasuk unsur pidana? Ataupun lainnya," ujar Denis kepada wartawan, Selasa (1/10/2024).
Jika sudah dipastikan adanya unsur pidana, maka ia tak menutup kemungkinan akan membawa persoalan ini ke meja hijau.
"Itu kami lagi identifikasi dulu. Kalau memang itu nantinya masuk unsur pidana. Kami akan proses," jelasnya.
Arif menilai apa yang dilakukan Denis itu merupakan kampanye hitam alias black campaign terhadap pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO). Hal ini biasa terjadi karena ketidaksukaan satu pihak terhadap salah satu calon.
"Iya (black campaign). Mungkin karena memang dengan kondisi Pilkada ini. Kan adanya suka dan tidak suka. Bagaimana pendukung yang suka pasti akan responsnya positif. Tapi kalau tidak pasti responsnya negatif," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Sakit Hati ke PKS, Suswono Klaim Sudah Luluhkan Hati Pendukung Anies: Sekarang Mereka Pilih RIDO
-
Murka APK Dirusak, Kubu RK-Suswono Lapor ke Bawaslu: Kita Cari Pelaku
-
Disebut Raih Popularitas dari Kematian Putranya, Rano Karno Bela RK: Jangan Lempar Fitnah dan Tuduhan Keji
-
Dicap Bobotoh, RK Bakal Sulit Ambil Hati JakMania di Pilkada Jakarta? Begini Saran Analis Politik
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024