Namun, ia mengungkap bahwa dalam sebulan terakhir, terjadi peningkatan suara untuk Andika-Hendi dari 36,6% pada September 2024 menjadi 48,1% pada Oktober 2024.
Kondisi tersebut terbalik dengan pasangan Luthfi-Yasin yang menurun dari 57,9% menjadi 47,5% pada periode yang sama.
"Dalam sebulan terakhir, Andika-Hendi mengalami kenaikan suara secara signifikan sebesar 11,5 persen dan Luthfi-Yasin turun 10,4 persen,” ungkap Deni.
SMRC sendiri melakukan survei dengan 1.210 responden warga Jawa Tengah yang memiliki hak pilih. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dan margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Melihat adanya perbedaan hasil survei dalam Pilkada Jawa Tengah, pengamat politik Arfianto Purbolaksono mengemukakan bahwa harus ada audit secara metodologi bila melihat dari hasilnya. Apalagi, survei yang dilakukan tiga lembaga tersebut, nyaris dilakukan dalam waktu yang bersamaan.
Ia mengemukakan kemungkinan ada perbedaan dari sisi margin of error ketiga lembaga tersebut. Ia kemudian mengemukakan bahwa dengan melihat hasil survei yang diperbandingkan dengan margin of error, masih belum mutlak unggul.
Apabila melihat SMRC, margin of error mencapai 2,9% sedangkan selisih antara Andika-Hendi dengan Luthfi-Yasin hanya selisih 1%. Pun juga dengan Litbang Kompas, yang selisih suaranya masih dalam rentang margin of error, yakni 0,7%.
"Kalau melihat dari margin of error ada kesamaan, sedangkan floating mass masih belum tentukan pilihan. Bila mengacu pada hasil survei Litbang Kompas, belum bisa dikatakan ada keunggulan di sana. Sebab, perbedaan 0,7 di bawah margin of error tidak bisa dikatakan ada keunggulan, lantaran margin of error 3,1%," kata Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research saat dihubungi Suara.com.
Meski begitu, ia mengemukakan bahwa hasil tersebut menggambarkan posisi pemilih saat periode survei dilakukan.
Baca Juga: Santai Meski Keok sama Pramono, RK soal Sigi Litbang Kompas: Survei Itu Bukan Penentu Takdir!
"Dalam konteks tersebut ada beberapa hal yang memengaruhinya, seperti preferensi pemilih di pilkada 2024, tapi dari situasi di survei itu dilakukan."
Arfianto sendiri mengemukakan setidaknya ada tiga faktor yang membuat terjadinya perbedaan hasil survei.
"Misalnya, jumlah responden. Apabila responden semakin besar, maka semakin mendekati kenyataan yang ada di lapangan," ujarnya.
Kemudian mengenai pengambilan sampel yang dilakukan secara acak di suatu wilayah. Hal tersebut menurutnya akan menentukan hasil suara dalam survei.
"Misalnya sampel diambil di suatu daerah yang banyak kelas menengahnya, maka preferensi populasinya akan lebih banyak ke calon yang dianggap mewakili sampel," ujarnya.
Kemudian yang terakhir, margin of error, apabila masih berada di dalam rentang tersebut maka masih bisa dalam batas wajar.
"Namun perbedaan hasil survei tersebut selayaknya bisa dipertanggungjawabkan kepada publik," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Komplotan Buzzer Diciduk Polda Metro Jaya, Rp220 Juta Hasil Pembayaran Disita
-
Hasil Babak Pertama: Mitchell Baker Gemilang, Timnas Indonesia Unggul 3-0
-
Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor
-
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Airlangga Tak Ambil Pusing: Yang Penting Institusi Berjalan
-
Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron
-
Kenapa John Herdman Tak Berada di Bench Timnas Indonesia? Disamakan dengan Luis Enrique
-
Napi Pekanbaru Kabur Dikejar ke Jakarta, Isu Iming-imingi Petugas Rp30 Juta Mencuat
-
Profil Mitchell Baker Bomber Keturunan Semarang-Yogya Harapan Baru Timnas Indonesia
-
BGN Siapkan Sistem Digital, Orang Tua Bisa Pantau Menu MBG
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?