Suara.com - Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung menilai perlu ada peningkatan fasilitas untuk penanggulangan kebakaran di Jakarta.
Pernyataan itu disampaikan Pramono, usai mengecek lokasi kebakaran di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pramono harus masuk ke dalam gang senggol, untuk mencapai lokasi kejadian.
Sementara, hidran di lokasi kejadian juga tidak dapat berjalan dengan baik. Sehingga hampir rata-rata kebakaran di Jakarta padam saat bahan bangunan yang dilahap api sudah habis.
Bahan bangunan yang terbuat dari bahan semi permanen seperti kayu juga memjadi penyebab utama api dapat berkobar dengan cepat.
"Hampir semua wilayah seperti ini, proses untuk penanganan kebakarannya selalu terlambat,” kata Pramono, dikutip Rabu (20/11/2024).
Ia mengemukakan banyak sarana pendukung tugas damkar yang sudah harus diperbarui lantaran tidak berfungsi normal.
"Karena mobil nggak bisa masuk, pakai damkar nggak bisa, pakai hidran, hidrannya nggak jalan, tadi saya tanya. Sehingga begitu kejadian, rata ya," tambahnya.
Pram mengaku apa yang disebutkan dirinya soal kekurangan petugas pemadam disampaikan langsung oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
"Dinas Pemadam kebakaran juga mengakui bahwa petugas-petugas mereka sangat kekurangan. Bisa mencapai hampir separuhnya itu SDM-nya masih kurang," katanya.
Baca Juga: Anies Baswedan Sinyalkan Dukung Pramono-Rano, Rocky Gerung : Anak Betawi Gabung Anak Abah
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024