Ia menyebut seluruh kader yang pindah itu berasal dari Indramayu, sedangkan untuk di wilayah Cirebon, Saan menyebut sama sekali tidak ada kadernya yang pindah ke Perindo.
Saan menerangkan kader yang berpindah itu beberapa di antaranya merupakan caleg Partai NasDem dan beberapa di antaranya merupakan pengurus DPD NasDem Indramayu.
"Enggak ada, paling juga enggak nyampe 30-an lah," kata Saan dikutip dari CNN.
Ia menjelaskan berpindahnya para kader itu bermula kala Ketua DPD Husen Ibrahim yang juga caleg DPR RI Dapil Jawa Barat VIII protes lantaran tak mendapatkan nomor urut satu.
Dalam proses pencalegannya, Ibrahim mendapatkan nomor urut tiga. Tidak menerima itu, ia pun memprotes dengan tidak mengirimkan kadernya mengikuti sekolah calon legislatif yang diadakan oleh NasDem.
"Jadi ini kan kita bikin sekolah caleg dan kemah restorasi. Kebetulan Jabar VIII itu dapat kemah restorasi itu tanggal 2-5 Juni, yang seharusnya dia ngirim seluruh calegnya untuk ikut acara, dia boikot tidak kirim sebagai bentuk protes karena dia dapat nomor tiga," ucapnya.
Setelahnya ramai beredar di media sosial, Ibrahim yang memprotes keras dirinya yang ditempatkan di posisi nomor urut tiga, ia mengaku dijanjikan duduk di posisi nomor satu.
Namun, ketika ia mempertanyakan hal tersebut, ia pun mengaku diminta menyiapkan uang sebesar Rp3,5 Miliar sebagai kompensasinya.
Menanggapi itu, Saan pun membantah kalau NasDem meminta uang untuk menempatkan Ibrahim di nomor urut dua.
Baca Juga: Wabah Jadi Berkah: Kisah Empat UMKM Raup Cuan Berlipat saat Pandemi COVID-19
"Tidak ada proses itu semua dan itu bisa dilakukan investigasi seluruh caleg," ujar dia.
Berita Terkait
-
Dua Pimpinan Partai Koalisi Perubahan Bakal Bertemu Puan: Setelah AHY, Kini Ada Sinyal Surya Paloh Juga
-
SBY 'Restui' Pertemuan AHY dan Puan Maharani, Jhon Sitorus: Ini Tandanya Seteru Politik Demokrat dengan PDIP Selesai
-
Menyusul Rencana Agenda Pertemuan Puan-AHY, Koalisi Perubahan Jadwalkan Pertemuan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Trauma Masa Kecil dan Topeng Sosial dalam Novel Andreas Kurniawan
-
Persija Terusir dari Jakarta, Paulo Ricardo Tetap Pasang Target Bungkam Persib
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Tidak Cepat Busuk dan Bebas Bau Tak Sedap
-
5 Sepatu Puma Lifestyle Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
-
Timnas Indonesia Lawan Oman dan Mozambik di GBK Untuk Dongkrak Ranking FIFA Juni 2026
-
Anggaran BOSDa DIY 2026 Dipangkas Rp9 Miliar, Sekolah Kecil Terancam Tak Mampu Beroperasi
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Seraut Kenangan dalam Secangkir Kopi di Kedai Tempo Doeloe Kalisat Jember
-
Alibi Ashari Cabuli Santriwati: Sebut Korban Penuh Dengki dan Harus Diobati dengan Tidur Bareng