Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrat, Benny K Harman menyoroti Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang dikabarkan bakal ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi.
Hal tersebut ditanggapi Benny Harman melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Benny Harman memuji Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, kabar status Syahrul Yasin Limpo sebagai tersangka itu dari hasil gelar perkara KPK.
"Apa betul berita ini? Luar biasa KPK. Jika niatnya memang benar-benar untuk berantas korupsi, kita dukung penuh langkah KPK," ungkap Benny Harman dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @BennyHarmanID, Rabu (14/6).
Di samping itu, Benny Harman menegaskan bahwa KPK mesti bersikap akuntabel hingga tidak tebang pilih dalam memberantas persoalan korupsi.
"Namun KPK dalam memberantas korupsi harus akuntabel, tidak diskriminatif, tidak tebang pilih," tegasnya.
Benny Harman juga menyebut bahwa jangan hanya kubu yang berlawanan dengan pemerintah atau oposisi dikejar-kejar.
"Jangan terus dari kubu oposisi yang dicari dan dikejar," tandasnya.
Sementara itu, diketahui bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) buka suara akan mencuatnya kabar terebut.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asep Guntur menyebut kasus dugaan korupsi yang menjerat Syahrul Yasin Limpo masih dalam proses penyelidikan.
Baca Juga: Idul Adha Makin Dekat, Simak Rincian Harga Kambing dan Sapi Kurban 2023
"Saat ini masih proses lidik," kata Asep dikutip dari Suara, Rabu (14/6/2023).
Asep mengaku belum dapat menjelaskan secara rinci soal kasus yang menjerat Mentan tersebut.
"Mohon maaf belum ada yang bisa kami sampaikan ya. Mohon bersabar," ujarnya.
Sementara itu, sumber Suara.com di internal KPK meyebut, lembaga anti korupsi melakukan ekspose kasus korupsi yang melibatkan seorang menteri aktif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Di Tiongkok Guru Setara Dokter, di Indonesia Guru Honorer Dijerat Judi Online: Ada Apa?
-
Ribuan Siswa Lolos PTN Memilih Tak Daftar Ulang, Sinyal Krisis Biaya Pendidikan?
-
Selat Hormuz Memanas Lagi, Serangan Drone Iran Menghentikan Evakuasi Kapal IMO
-
Rahasia Malang Sukses Hapus Praktik Pasung Sejak Tahun 2025
-
Dasco Pimpin Rapat Bareng Pemerintah dan Buruh, Antisipasi Badai PHK
-
DC Studios Umumkan Joker: Laugh Riot, Jadi Serial Anime Pertama
-
Lihat Mantan Istri Bareng Pria Lain, Lelaki di Bandar Lampung Nekat Hajar Korban Hingga Terkapar
-
Heboh Warga Labuhanbatu Pergoki Diduga Oknum TNI Curi 16 Sapi
-
KPK Pantau Kondisi Kesehatan Gus Yaqut yang Dirawat di RS Polri
-
Jokowi Mulai Safari ke Lampung, Gerindra Tak Masalah: Selamat Ya, Sudah Sehat Kembali