Deputi Badan Pemenangan Pemilu (DPP) Demokrat Kamhar Lakumani menyampaikan rencana silaturahmi politik AHY dengan Puan PDIP sebagai sesuatu yang positif. Bagi dia, pertemuan itu meneduhkan di tengah dinamika politik menuju kontestasi Pilpres 2024.
"Silaturahmi ini tak hanya bisa menjadi tanda level baru hubungan Partai Demokrat dan PDIP yang dibangun di atas kesadaran politik kebangsaan dan politik kenegaraan, namun juga sekaligus tanda kedewasaan politik masing-masing," kata Kamhar dikutip dari VIVA.
Menurutnya, kesadaran politik dalam rencana pertemuan itu diharapkan berkontribusi pada peningkatan derajat dan kualitas demokrasi. Dia pun mengutip pernyataan SBY yang merespons positif rencana pertemuan Puan dengan AHY.
Selain itu, Kamhar juga menjawab soal kemungkinan nasib KPP terancam deadlock hingga ambyar. Ia menekankan bahwa AHY dan Demokrat punya iman politik yang kuat dalam KPP sebagai poros pendukung Anies.
"Partai Demokrat dan Mas Ketum AHY memiliki keimanan politik yang kuat dan akan senantiasa istikomah pada kesepakatan yang telah dibangun bersama di KPP yang telah menetapkan Mas Anies Baswedan sebagai capres," imbuhnya.
Di sisi lain, Partai NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku tidak merisaukan rencana pertemuan AHY dan Puan. Demokrat bersama NasDem dan PSK telah membentuk Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) untuk mendukung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden.
"Ketika kita membangun koalisi, yang kita letakkan itu adalah trust, kepercayaan satu sama lain, kami tetap menaruh kepercayaan penuh kepada partai Demokrat," kata Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali dikutip dari CNN.
Ali menyebut pertemuan antara politisi ataupun partai politik adalah hal yang baik untuk kepentingan bangsa. Menurutnya, pertemuan Puan dan AHY memang diharapkan terjadi mengingat hubungan kedua partai tersebut tidak harmonis selama ini.
Juru Bicara PKS Muhammad Kholid mengatakan tiap parpol punya kedaulatannya untuk menentukan langkah politiknya masing-masing. Termasuk partai-partai anggota KPP.
Baca Juga: Sambut Jakarta Fair Kemayoran 2023, PT Wahana Makmur Sejati Siapkan Promo dan Diskon Super Seru
"Tidak masalah. Setiap partai punya kedaulatan dalam menentukan langkah-langkah. Kami hormati keputusan dan sikap Demokrat," kata Kholid.
Kholid menilai pertemuan antarparpol merupakan hal baik. Menurutnya, silaturahmi kebangsaan antartokoh dapat menghadirkan suasana politik yang sejuk.
Ia pun tetap yakin dengan kesepakatan koalisi yang telah diteken AHY bersama Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu Terdekat di Jakarta
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
Terkini
-
BSB Mobile Perkuat Strategi Digital Bank Sumsel Babel, Transaksi Harian Kini Lebih Praktis
-
Deretan Rekomendasi Drama Korea Genre Medis, Terbaru Doctor Shin
-
Ketika Helm Baja Menjadi Senjata: Saatnya Memulangkan Brimob ke Posnya
-
27 Kode Redeem FC Mobile 3 Maret 2026: Bocoran Pele 117 dan Panen Gems Melimpah
-
Megawati Kirim Surat Duka Cita untuk Pemimpin Tertinggi Iran, Soroti Serangan Militer AS-Israel
-
Sindikat Pembunuh Gajah di Riau: Gading Dikirim ke Jawa, Disulap Jadi Pipa Rokok
-
HNW Minta Prabowo Ingatkan Donald Trump: Jika Serius dengan BoP, Hentikan Perang
-
Seskab Teddy Ungkap SBY dan Jokowi Hadir di Istana, Megawati Masih Teka-teki
-
Polda Sumut Sita 2 Ekskavator di Mandailing Natal, Upaya Angkut Alat Bukti Sempat Dihalangi Oknum
-
Jika Gagal Hadirkan Damai, HNW Minta Prabowo Cabut dari BoP