/
Jum'at, 16 Juni 2023 | 00:10 WIB
Strategi Marketing PSI Dianggap 'Jorok', Ade Armando: Makin Banyak yang Panik... (YouTube/Cokro TV)

"Yang diusung memang non-parpol, maksudnya Kaesang, tapi kan figurnya Kaesang, figur anak-anaknya Jokowi, sudah pasti melekat ke PDIP," kata Efriza dikutip dari Kompas, Selasa (13/6/2023).

Latar belakang Kaesang itu jelas sudah diketahui sebagian besar publik Tanah Air. Namun, PSI justru tetap mendorong Kaesang maju sebagai calon wali kota Depok.

"Nah, kan artinya strategi marketing-nya PSI ini dalam tanda kutip jorok, lintas partai diambil saja sama mereka," tutur Efriza.

Ia juga turut menilai, strategi itu dilakukan karena PSI mengalami krisis kader.

"Itu sebuah situasi yang enggak bagus dilakukan oleh PSI, membuktikan dia (PSI) krisis kader, sampai-sampai akhirnya mendompleng kader lain atau calon kader lain," kata Efriza.

Di sisi lain, Efriza juga menilai PSI merupakan parpol yang pragmatis karena mendorong Kaesang yang bukan kadernya sebagai calon wali kota.

Efriza menilai PSI sebagai parpol yang lebih kuno daripada parpol lama. Sebab, menurut Efriza, parpol lama tidak sampai mendorong sosok yang bukan kadernya sebagai calon kepala daerah.

Menurut dia, hal ini jelas menjadi ironi karena sejak awal PSI memosisikan diri sebagai parpol anak muda.

"Tidak pas semestinya dilakukan oleh partai yang katanya mengusung partai yang baru, modern, tapi kok begini gayanya," tutur dia. "Lebih jadul daripada partai lama. Partai lama malah enggak berani mengusung orang lain," pungkasnya.

Baca Juga: WNA Asal Malaysia Kedapatan Bawa Sabu saat Melintas di Perbatasan Jagoi Babang

Load More