Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rico Sia memberikan komentar menohok terkait dengan kebijakan ekspor pasir laut yang diterbitkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dirinya mengatakan terdapat aturan yang sangat tak jelas dalam kebijakan tersebut yang menimbulkan risiko untuk disalahgunakan pihak yang tak bertanggung jawab di Indonesia.
Menurutnya, ada aturan yang tabrakan dalam kebijakan tersebut, salah satunya adalah bagaimana izin penambangan pasir tumbang tindih dengan izin penambangan mineral.
“PP No 26/2023 memperbolehkan pengusaha untuk mengeruk terlebih dahulu. Jika menemukan mineral, baru mengajukan IUP. Lho ini bagaimana? Lah kalau yang mengeruk gak jujur, dia menemukan mineral tapi gak bilang-bilang, terus itu mineral dibawa kabur, kita mau ngomong apa?,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikutip Suara Liberte, Jumat (16/6/2023).
Apalagi hal tersebut dilakukan dalam area laut, dirinya mengatakan dengan situasi tersebut akan sulit melakukan pengawasan terhadap praktik ilegal dari penambangan pasir laut.
“Dalam konteks ini, pengawasan pemanfaatan pasir laut akan sulit dilakukan, apalagi eksplorasi yang dilakukan di tengah laut, siapa yang mengawasi?,” ujar Rico.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengatakan bahwa penambangan pasir laut hanya diperuntukkan untuk hasil sedimentasi. Hal ini demi menjaga ekosistem dari laut.
Jokowi mengungkapkan pasir sedimen mengganggu pelayaran dan terumbu karang. Hal ini sudah melewati berbagai diskusi hingga kajian.
"Memang arahnya ini, rapatnya sudah lama sekali, bolak-balik masih," ujarnya.
Baca Juga: Luhut Sebut Pengganti Jokowi Tak Usah Bicara Perubahan, Loyalis Anies Puji Reaksi Elite Demokrat
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Harga Emas Naik Pada Akhir Pekan, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket
-
BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun, Perluas Akses Hunian Layak bagi MBR
-
Teman Tegar Maira: Film Inspiratif tentang Cinta Alam dan Persahabatan
-
Kata Bapenda Riau soal Rencana Pajak Air Permukaan terhadap Sawit
-
Ribuan Pelari Padati GBK, Gerakan 'Care for Sumut' Kumpulkan Dana Pemulihan Bencana
-
Bukan Sekadar Tren, Sensasi Kuliner Tropis Seberang Atlantik Kini Jadi Incaran Foodie Tanah Air
-
Apa Itu 'Safe House' dalam Kasus Dugaan Korupsi Bea Cukai
-
32 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 8 Februari 2026, Klaim 10.000 Gems dan Icon Ginga
-
Viral Upah PPPK Paruh Waktu Rp650 Ribu Dipotong Zakat, Segini Minimal Gaji yang Wajib Zakat
-
Terbukti Lakukan Kekerasan, Mahasiswa UNISA Yogyakarta Diskors 2 Semester dan Terancam DO