/
Jum'at, 16 Juni 2023 | 13:40 WIB
Isu Mahfud MD temukan tumpukan emas di Senayan milik Bea Cukai dan DPR. (Pilihan Rakyat)

Narasi dalam video berjudul ‘Mahfud MD Serahkan Semua Pasukan - Temukan Tumpukan Emas - Bea Cukai dan DPR Sarangnya’ mengarahkan penonton agar percaya bahwa Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia, Mahfud MD telah menemukan tumpukan emas yang disimpan oleh pihak Bea Cukai dan DPR. 

 

Video ini pun didukung dengan gambar thumbnail Mahfud yang tengah berkumpul dengan sejumlah petugas berpakaian seperti petugas dari kejaksaan dan tumpukan emas yang menggunung.

 

Disertai tulisan pada Video ‘Temukan Tumpukan Emas di Senayan Mahfud MD Bongkar akal Bea Cukai dan DPR’.



PENJELASAN

 

Untuk diketahui kebenarannya, Mahfud MD sempat membongkar adanya tindakan korupsi impor emas batangan senilai Rp49 triliun.

Baca Juga: Kondisinya Membaik, Giselle aespa Siap Tampil di Indonesia Minggu Depan

 

Ini kata dia berbeda dengan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp189 triliun.

 

Sebagai info terbaru, tindak lanjut oleh Kementerian Keuangan saat ini sudah sampai tahapan proses hukum itu menandakan sudah adanya bukti tindak pidana asal dari kasus itu.  Maka kini tinggal ditelusuri dugaan tindak pidana pencucian uangnya (TPPU).

 

Dan sesuai dengan penjelasan Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan saat rapat dengar pendapat umum, telah disebutkan transaksi Rp 189 triliun yang diketahui dari laporan hasil pemeriksaan (LHP) PPATK pada 2016 itu telah memasuki proses hukum.

 

Ditelusuri Turnbackhoax.id, Mahfud yang tengah berkumpul dengan sejumlah petugas berpakaian seperti petugas dari kejaksaan dan tumpukan emas yang menggunung adalah manipulasi atau editan komputer.

 

Berdasarkan penelusuran Google Image, foto tumbnail tersebut tidak berkaitan dengan berita manapun. 



KESIMPULAN

Video ‘Mahfud MD Serahkan Semua Pasukan - Temukan Tumpukan Emas - Bea Cukai dan DPR Sarangnya’ yang diunggah akun youtube Pilihan Rakyat memiliki konten yang dimanipulasi atau manipulated content.

Load More