Penasehat Wakil Presiden RI 2009 – 2013 bidang Telaah Strategi, Abdillah Toha, mengungkap kemungkinan terburu jika Istana tetap berusaha menjegal bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan.
Menurutnya, penjegalan terhadap Anies bisa berdampak pada marahnya puluhan juta pendukung Anies dan membuat kekacauan di negeri ini.
“Jika Anies berhasil dijegal dan gagal maju sebagai capres, pernah terpikir tidak oleh penguasa yg menjegal bhw berapa puluh juta pendukung Anies yg akan marah dan membuat kekacauan di negeri ini?” ujar Abdillah Toha, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @AT_AbdillahToha pada Jumat (16/6/2023).
Padahal, dia juga memahami bahwa Anies pun sebenarnya belum tentang menang jika dibiarkan maju Pilpres 2024. “Padahal bila dia dibiarkan maju belum tentu juga terpilih,” ujar Abdillah Toha.
Sebelumnya, Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana menyebutkan bahwa salah satu upaya penjegalan Anies adalah dikabulkannya Peninjauan Kembali (PK) KSP Moeldoko atas kepengurusan Partai Demokrat.
Seandainya Demokrat jatuh ke tangan Moeldoko yang notabene orang Istana, bisa dipastikan Demokrat akan mundur dari koalisi pengusung Anies dan Anies gagal mendapat tiket calon presiden.
Sementara itu, baru-baru ini majelis hakim Mahkamah Agung (MA) menolak Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Jhoni Allen Marbun (JAM) soal pemecatan dari Partai Demokrat pada Rabu (14/6/2023).
Terkait hal itu, Kuasa Hukum Partai Demokrat, Mehbob, meyakini putusan MA ini akan memperkokoh keyakinan Partai Demokrat bahwa MA juga akan menolak PK yang diajukan Moeldoko.
"Sejak awal sudah bertentangan dengan AD/ART Partai Demokrat. Hal itu dibuktikan dengan keputusan kasasi MA yang sudah berkekuatan hukum tetap," ujar Mehbob kepada wartawan, Rabu (14/6/2023).
Baca Juga: Film Lokal Dinilai Mampu Go International dan Bisa Dinikmati Penonton dari Berbagai Negara
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Jadi Korban Rasisme di Piala Dunia 2026, FIFA Undang YouTuber Korsel Nonton Korea Selatan vs Meksiko
-
Iran Keluarkan Ancaman Kalau Donald Trump Bohong dengan Perjanjian Damai
-
Hasil Piala Dunia 2026: Luis Diaz Cetak Satu Gol dan Assist, Bawa Kolombia Hajar Uzbekistan
-
Transformasi Berbuah Manis, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun untuk Negara pada 2025
-
Paradoks Usia di Indonesia: Masuk SD Harus Tua, Cari Kerja Harus Muda
-
Kejati Sulsel Geledah Dinas Pendidikan, Kadisdik: Kami Kooperatif!
-
Film Anime Omnibus Grotesqqque dari CloverWorks Ungkap 35 Kontributor Musik
-
BTN dan Rumah123 Perkuat Ekosistem Properti Digital, Permudah Akses KPR dan Hunian
-
Menyusuri Jejak Nusantara di Tengah Kota Meksiko
-
Dihalangi Visa hingga Diusir: Mengapa Iran Jadi Korban Diskriminasi di Piala Dunia 2026?