Suara.com - Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat kembali menjadi sorotan tajam di kawasan Asia.
Sejumlah analis menilai kesepakatan ini bukan sekadar kerja sama militer biasa, tetapi memiliki dampak strategis besar terhadap keseimbangan kekuatan di Indo-Pasifik.
Bahkan China disebut-sebut merasa semakin tertekan terkait pakta tersebut karena posisi geografis Indonesia yang sangat vital dalam jalur perdagangan energi dunia.
Lantas bagaimana penjelasan selengkapnya? Begini kata pakar Julien Chaisse, professor hukum di City University of Hong Kong dan President of the Asia Pacific FDI Network seperti telah Suara.com rangkum dari SCMP.
Pakta Pertahanan Indonesia-AS
Secara resmi, pakta pertahanan baru ini dibingkai dalam bahasa diplomatik yang aman yakni peningkatan pelatihan militer, kerja sama pendidikan, hingga latihan gabungan.
Namun inti yang paling penting justru berada pada penguatan kemampuan di bidang sistem maritim, bawah laut, dan teknologi otonom.
Tambahan dukungan seperti pemeliharaan peralatan militer, perbaikan, hingga penguatan latihan pasukan khusus membuat kerja sama ini tidak lagi sekadar simbolis.
Para pengamat menilai, ini adalah fondasi dari interoperabilitas militer jangka panjang antara kedua negara.
Indonesia Tetap Netral, Tapi Posisi Geografis Tidak Bisa Diabaikan
Baca Juga: AZ Alkmaar Juara Piala KNVB, Ada Peran Mantan Pelatih Kiper Timnas Indonesia
Pemerintah Indonesia kembali menegaskan bahwa negara ini tidak berpihak pada blok kekuatan mana pun dan tetap berpegang pada prinsip "bebas dan aktif".
Namun dalam praktik geopolitik, posisi Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peta strategi global.
Sebagai negara yang menguasai jalur penting seperti Strait of Malacca, Indonesia otomatis menjadi bagian penting dalam dinamika keamanan maritim dunia.
Meski kerja sama ini tidak menjadikan Indonesia sekutu formal Amerika Serikat, hubungan militer yang semakin intens tetap dianggap sebagai perubahan signifikan dalam lanskap kawasan.
Para pakar menilai, justru karena posisi netral inilah Indonesia menjadi aktor kunci yang diperebutkan pengaruhnya oleh berbagai kekuatan besar dunia.
Mengapa Pakta Ini Dianggap Penting?
Berita Terkait
-
AZ Alkmaar Juara Piala KNVB, Ada Peran Mantan Pelatih Kiper Timnas Indonesia
-
Purbaya Sebut Perang AS vs Iran Baru Selesai September 2026
-
Serangan Trump ke Iran Upaya Mengelak dari Epstein Files? Begini Kata Presiden AS
-
Rupiah Terus Menguat pada Rabu Sore, BI Perlu Naikkan Suku Bunga untuk Jaga Momentum
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik
-
Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem
-
Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?
-
Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia
-
Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara
-
Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia
-
Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat
-
Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele
-
Sudaryono Warning Sahabat hingga Alumni, Jangan Harap Dapat 'Jatah' di Program MBG
-
Di Mana Prima Salam? Ratu Dewa Ungkap Kondisi Terbaru Wakil Wali Kota Palembang