Pengamat antikorupsi Tama S. Langkuh mengomentari isu politisasi dugaan korupsi oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.
Menurutnya isu tersebut muncul ke publik karena berdekatan momentumnya dengan proses pemilihan umum (pemilu) sehingga seolah-olah dilakukan oleh suatu partai politik.
"Nah yang menyebabkan ramai karena ia berdekatan momentumnya dengan proses pemilu sehingga seolah-olah ada partai A, partai B yang kemudian diasumsikan ini mungkin sebagai penjegalan danlain lain," kata Tama dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Senin (19/6/2023).
Menurut Tama, korupsi sendiri merupakan hasil sisi gelap dari politik kalau dilakukan dengan cara-cara yang tidak benar.
"Korupsi itu justru sisi gelap dari politik, ia enggak bisa dipisahkan kalau memang politiknya dilakukan dengan cara-cara yang tidak benar," jelas Tama.
"Apalagi kemudian diduga mengambil misalnya uang dari negara yang tentu saja penegak hukum harus bertindak," imbuhnya.
Ditegaskannya, dugaan korupsi oleh Mentan merupakan langkah wajar mengingat proses hukumnya sudah sekitar enam bulan. Pemeriksaannya menjadi penting dan sah.
"Jadi kalau kemudian ada yang asumsikan ini politisasi, saya enggak tepat tapi kalau kemudian ini adalah sisi gelap dari politik saya rasa ini sah-sah saja," tambah dia.
"Kita harus melihat bahwa dalam menjalankan tugas sebagai menteri kan juga itu mengambil kebijakan-kebijakan yang sifatnya kebijakan politik," ujar Tama.
Baca Juga: Cara Mudah Membuat Foto Profil Mirip Artis Korea Pakai Snow AI yang Sedang Hits
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun
-
Bawa Mobil Pakai Infus, Kepala DPMPTSP Pandeglang Tabrak Kerumunan Siswa SD: 1 Meninggal, 1 Kritis
-
Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS
-
Tok! Bayar Pajak Kendaraan di Banten Kini Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Berlaku 1 Mei31 Desember 2026
-
Kerasnya Evaluasi Bojan Hodak Usai Persib Kembali ke Puncak
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Isu Penutupan Jalan Diponegoro Beredar, Ini Penjelasan Pemprov Jabar
-
Bukan Orang Sembarangan! Tambang Emas Ilegal di Bogor Raup Omzet Rp9 Miliar per Bulan
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal