Wakil Ketua Umum Partai Ummat, Buni Yani, menyinggung perihal siapa sosok yang diharapkan menjadi Wali Kota Depok.
Menurutnya, kota yang telah dikuasai oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selama kurang lebih 20 tahun itu harus dipimpin oleh orang yang mengerti masalah Depok, bukan sosok yang tidak mengerti visi misi Depok.
“Kota Depok harus dipimpin walkot yang saleh dan mengerti masalah Depok, bukan oleh manusia planga-plongo yang tidak mengerti visi-misi Kota Depok,” ujar Buni Yani, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @BuniYani pada Senin (19/6/2023).
Ia kemudian mengingatkan bahwa warga Depok harus punya harga diri dan memilih pemimpin yang memiliki kemampuan memimpin.
“Warga Depok harus punya harga diri dan memilih pemimpin yang mampu. Salam dari warga Depok,” ujar pengunggah video Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berisi mengutip ayat Al-Qur’an.
Diketahui, Istilah "planga-plongo" sendiri sering dikaitkan dengan sosok dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal tersebut karena viralnya sebuah foto yang menunjukkan dirinya memakai seragam satgas dengan mulut yang sedang mengaga dan menghadap kamera.
Foto tersebut sering menjadi bahan gunjingan oposisi untuk menyerang orang nomor satu dalam pemerintahan ini, ia dianggap contoh pemimpin yang tak mampu memimpin negeri, bahkan simbolisme ini sampai dikaitkan dengan sosok dari Kaesang Pangarep. Kedua hal ini disatukan oleh isu dinasti politik.
Pengusaha muda tersebut diragukan kemampuannya untuk menjadi seorang wali kota mengingat sepak terjangnya yang belum pernah masuk dalam politik. Namun hal itu tak membuat masyarakat berhenti memberikan dukungannya untuknya menjadi wali kota di Depok.
Terkait politik dinasti, Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan majunya Kaesang menjadi Depok 1 bukan termasuk dinasti politik. "Gini lho, kalau politik dinasti itu masih dalam satu keluarga," katanya, Jumat (16/6/2023).
Baca Juga: Membludak Jelang Laga Timnas Indonesia vs Argentina, Ribuan Penonton Mengular di SUGBK
Pria yang akrab disapa Rudy ini menjelaskan bahwa yang disebut dinasti politik jika masih tergabung dalam satu kartu keluarga (KK) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Namun, kini anak-anak Presiden Jokowi telah memiliki kartu keluarga sendiri seperti Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep.
"Tau keluarga? KK itu lho, kan sekarang Bapak Presiden sendiri, tinggal Bapak (Jokowi) dan Ibu (Iriana Jokowi yang satu KK), Mas Kaesang sudah KK sendiri, Mas Wali KK sendiri, Mbak Kahiyang sudah KK sendiri," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Pemprov Lampung Amankan PAD Rp1 Triliun di Caturwulan I: Sektor Pajak Kendaraan Jadi PR Berat
-
Sumatera Mati Lampu Berjam-jam, Warga Pekanbaru Tanyakan Kompensasi ke PLN
-
Kapan Hari Arafah 2026? Lakukan Amalan Sunah Ini agar Dosa 2 Tahun Terhapus
-
Keluarga Suami Adalah Hama: Sebuah Potret Realistis Tekanan Keluarga Besar
-
Dittipideksus Bareskrim Bongkar Sindikat Penyelundupan Bawang Ilegal Asal Malaysia
-
Indonesia Jadi Negara Pertama Luncurkan OMO-X Smart Motor Listrik Berbasis AI
-
Bayar Pajak Motor Tak Perlu KTP Pemilik Lama: MPP Bandar Lampung Diserbu Warga
-
Eliano Reijnders: Laga Persib Bandung vs Persijap Final Demi Gelar Juara
-
Sindikat Penipu Lansia di Bojonegoro Terbongkar: Menjual Mimpi Haji dan Bansos
-
MAKI Ungkap Alasan Korupsi Tambang Bauksit Aseng Mulus Bertahun-tahun: Ada Beking Pejabat!