/
Kamis, 22 Juni 2023 | 20:37 WIB
Pertemuan Puan Maharani dan AHY (Suara.com/Muhammad Yasir)

Pakar semiotika Institut Teknologi Bandung (ITB) Acep Iwan Saidi mencoba ikut memaknai mimpi Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Acep menyoroti mimpi SBY terkait cerita tiga orang presiden, Presiden Joko Widodo (Jokowi), Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, dan Presiden ke-8. 

Menurutnya, SBY ingin memberikan kisi-kisi tentang sosok wakil presiden yang akan mendampingi presiden ke-8 RI. 

"Jadi di situ kan jelas siapa Presiden ke-8 ya, itu Ganjar. Kalau kita ngomongin Presiden ke-8 tentu ada Wakil Presiden ke-8," kata Acep dikutip Liberte Suara, Kamis (22/6/2023) dari kanal YouTube CNN News Indonesia.

Kalau mimpi SBY adalah sebuah mimpi politik karena merupakan sebuah angan-angan, maka tidak salah SBY membayangkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi wakil presiden pendamping Ganjar Pranowo.

"Dan kemudian menjadi wajar ketika dihubungkan dengan Presiden ke-8 itu," tambahnya.

"Dalam konteks itu menjadi logis kalau wakilnya kemudian adalah AHY kan begitu," tuturnya.

Namun demikian, kata Acep, mimpi politik bertolak belakang dengan realitas. Pada kenyataannya, SBY tidak mungkin membayangkan AHY dan Ganjar berpasangan karena hubungan Demokrat-PDIP belum berdamai secara politik.

"Kalau kita lihat realitasnya mimpi politik ini kan kemudian menjadi bertolak belakang. Menurut saya dengan realitasnya, bagi saya agak mustahil sebetulnya kalau misalnya wakil presiden Ganjar itu adalah AHY gitu ya," papar dia.

Baca Juga: Nacho Perpanjang Kontrak dengan Madrid Hingga 2024

"Sisi bijaknya adalah menurut saya memang Pak SBY mencoba seolah-olah kemudian wakilnya itu dibayangkan adalah AHY," pungkas pakar ITB itu.

Load More