Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan membalas sindiran pihak yang sering mengatai Anies Baswedan karena persoalan kelebihan bayar.
Sindiran tersebut kerap disematkan kepada Anies karena Anies sering kelebihan bayar sewaktu masih menjadi gubernur DKI Jakarta.
“Saya tidak tahu masalahnya apa tapi selalu disematkan kepada Bang Anies. Ketika menjadi gubernur katanya banyak lebih bayar,” ujar Novel, dikutip Suara Liberte dari kanal YouTube Bambang Widjojanto pada Jumat (23/6/2023).
Namun, Novel memahami betul dalam pengelolaan keuangan negara atau daerah harus akuntabel dan tidak boleh diberikan secara tunai sehingga persoalan kelebihan bayar adalah persoalan sederhana.
“Yang jelas, saya sangat paham bahwa di APBD atau di APBN lah di pengelolaan keuangan negara atau daerah, itu semuanya harus akuntabel. Nggak boleh diberikan secara tunai. Jadi kalau memang ada lebih bayar, ya itu kasusnya simple. Sangat mudah,” jelasnya.
Apalagi, dalam pemerintahan ada banyak badan pengawas yang mengawasi seperti inspektorat, badan pengawas, dan sebagainya.
Oleh karena itu, seandainya ada tuduhan miring terhadap seorang pejabat, sama saja dengan menghina orang-orang di instansi yang berkaitan.
“Ketika dikatakan bahwa ada kasus begini dan begini dan seterusnya, yang bicara itu sedang menghina siapa? Berarti kan dia menghina orang-orang ini semua, Pak. Seolah-olah brengsek semua kan begitu kurang lebih kata-katanya,” ujar Novel.
Kasus kelebihan bayar gaji ASN DKI Jakarta salah satunya pernah terjadi pada tahun anggaran 2020. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI pernah menemukan kelebihan bayar gaji atau TKD ASN DKI pada 2020 senilai Rp 862,7 juta. Hal itu tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah DKI Jakarta Tahun 2020.
Baca Juga: 10 Kutipan Inspiratif dari Drama Korea Bloodhounds Soal Kehidupan
Wagub DKI Riza Patria menyampaikan bahwa kelebihan bayar gaji telah dikembalikan ke kas daerah. Tak hanya itu, pemerintah DKI juga melakukan upaya perbaikan data. “Sebagai upaya perbaikan telah dilakukan pengembangan aplikasi dan verifikasi dalam rangka pemutakhiran data kepegawaian.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian