Ekonom Senior, Rizal Ramli makin keras memberikan kritikannya seputar dinamika perpolitikan tanah air, kali ini terkait dengan kembali hadirnya sinyal politik dinasti di Indonesia.
Ia menyayangkan bagaimana hal tersebut dahulu ditentang keras oleh pejuang malah dimunculkan kembali oleh elite penguasa. Ini seperti memundurkan bangsa dari Indonesia.
"Tokoh-tokoh kemerdekaan seperti Bung Karno, Hatta, Agus Salim paham betul bahaya dari feodalisme, yang jadi alat penjajahan dan kemunduran suatu bangsa," ujarnya dalam twitter, dikutip Selasa (04/07/2023).
Mantan menteri ini mengatakan dinasti politik sangatlah bertentangan tak hanya dengan esensi demokrasi, tetapi juga esensi dari negara berbentuk republik seperti Indonesia.
Menurutnya, hal tersebut karena dinasti politik adalah cerminan dari feodalisme, sesuatu yang memunculkan banyak masalah bagi masyarakat hingga ditentang oleh pejuang bangsa. Kehadiran dinasti politik ini dapat mengancam keberlangsungan demokrasi di Indonesia.
"Hari ini kultur semi-feodal dominan, itulah mengapa etika rusak & KKN ganas. Upaya bangun dinasti bisnis-politik memperkuat feodalisme," jelasnya.
Diketahui, isu dinasti politik sendiri tengah santer dibicarakan khususnya setelah adanya rencana politis dari Kaesang Pangarep. Keinginannya untuk menjadi wali kota memunculkan anggapan bahwa ia akan menjadi sinyal kehadiran dinasti politik dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
Meski begitu, banyak yang menilai bahwa hal ini wajar saja karena demokrasi tak bisa melarang seseorang untuk maju dalam politik termasuk sosok dari Kaesang.
Berita Terkait
-
Eks Anak Buah Jokowi Bongkar Telah Diaturnya Pilpres 2024: Cuma Dua Pemainnya, Udah Ditetapkan Pula Siapa Pemenangnya!
-
Asyik Blusukan Jakarta, Ganjar Pranowo Dinilai Lupa Akan Tugasnya: Rakyat Makin Miskin, Kok Malah Cawe-cawe ke Daerah Lain
-
Gusar Politik Uang Lewat Bansos Penuhi Indonesia, Rizal Ramli: KPU dan Bawaslu Ngapain Aja?
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Nyaman untuk Persiapan Olahraga Libur Lebaran
-
Jokowi Bakal Main Film Kolosal Dayak? Panglima Jilah Sebut Jadi Pemeran Utama
-
Operasi Pasar Murah Pontianak 2026, 6.000 Paket Sembako Dijual Jelang Idul Adha
-
Kalimantan Barat Jadi Penyumbang Titik Panas Terbesar, Karhutla Dikhawatirkan Meluas
-
8 Fakta Kasus Ahmad Bahar dan GRIB Jaya, dari Dugaan Penyanderaan hingga Berujung Damai
-
Pria di Bulukumba Sewa PSK Pakai Uang Hasil Mencuri Sapi
-
PTBA Bangkitkan UMKM Sawahlunto di Hari Kebangkitan Nasional, Pelaku Usaha Lokal Naik Kelas
-
Mengapa Berita Perubahan Iklim di Indonesia Masih Dangkal? Ini Temuan Mengejutkan AIC
-
Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray
-
Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel