/
Selasa, 04 Juli 2023 | 14:25 WIB
Dua bakal calon presiden (capres) yakni Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo bertemu di sela-sela pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi. (Ist)

Calon presiden (capres) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Anies Baswedan tengah melakukan ibadah haji setelah mendapat undangan resmi pemerintah Arab Saudi.

Tidak ketinggalan, Ganjar Pranowo, capres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga mendapatkan undangan serupa untuk dapat menjalani ibadah haji di Tanah Suci.

Kedua capres yang akan berkontestasi dalam pemilihan presiden (pilpres) 2024 mendatang menampilkan citra politik berbeda ketika tengah melakukan haji. Anies kerap mengunggah momen tersebut sementara Ganjar terlihat senyap di media sosial.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai kedua capres tengah menampilkan portofolio politik kepada pendukungnya. Terlihat keduanya kontras satu sama lain.

"Portofolio politik yang coba untuk dimunculkan oleh masing-masing. Pendukungnya melihat capres itu bukan hanya capres sebagai aktor tetapi amplifikasi dari setiap calon kita," kata Adi dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Selasa (4/7/2023).

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia meyakini Anies merupakan sosok pemimpin Islam yang taat karena telah diundang langsung Kerajaan Arab Saudi dan cendekiawan muslim yang telah mendapat perhatian internasional.

"Anies selalu diasosiasikan sebagai figur Islam yang taat, diundang secara spesial oleh kerajaan (Arab Saudi) berarti ini tokoh penting," tuturnya.

"Jadi wajar kalau kemudian Anies ini mendapatkan perhatian luas dunia internasional, keliling-keliling Australia, Singapura, Malaysia, ceramah tentang apa pun jadi Anies itu ingin diamplifikasi dalam konteks itu," lanjut Adi.

Hal yang sama juga didapat oleh Ganjar sehingga ia dan keluarganya dapat melaksanakan haji di Arab Saudi. Namun, portofolio politik capres PDIP itu di mata para pendukungnya berbeda dengan Anies.

Baca Juga: Pengamat Politik Ungkit Soal Tingginya Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi

"Sebenarnya ingin disampaikan kepada publik ini soal bagaimana positioning dan portofolio politik masing-masing calon oleh para pendukungnya," ujar Adi.

"Jadi bagi pendukung Ganjar itu sebenarnya yang gitu-gitu enggak terlampau penting lah karena lebih penting bagi pendukungnya Anies. Dan mungkin bagi pendukungnya Ganjar ibadah semacam itu tidak bisa diamplifikasi sebagai kepentingan untuk kampanye politik, itu enggak penting, dan enggak urusan karena masyarakat kita sebenarnya memorinya bukan itu yang muncul," papar akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Satu karakteristik pendukung Ganjar yang khas, kata Adi, adalah masyarakat yang senang ketika pemimpinnya turun berkampanye dan senang diajak selfie bersama.

"Yang muncul itu adalah turun berkampanye, diajak mudah berselfie, dan mendapatkan keuntungan apa pun," pungkas dia.

Load More