/
Selasa, 04 Juli 2023 | 14:00 WIB
Momen akrab Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan di Rakernas APPSI disorot. (Instagram/@aniesbaswedan)

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia meyakini bahwa politikus yang melakukan ibadah dengan niat untuk kampanye tidak akan mendapatkan apa-apa.

Komentarnya itu dikatakan setelah melihat calon presiden (capres) Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo mengunggah aktivitas ibadah haji di Tanah Suci, Arab Saudi.

"Pesan saya sederhana jadi siapa pun yang beribadah entah itu umrah atau pun haji, kalau itu diniatkan yan untuk berkampanye saya kira enggak mungkin efektif," kata Adi dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Selasa (4/7/2023).

Adi mengungkapkan bahwa melalui postingan media sosial, masyarakat dapat menilai Anies dan Ganjar yang tengah beribadah. Terdapat sejumlah komentar dari warganet yang ditujukan pada capresnya masing-masing.

"Buktinya apa, postingan yang berbeda antara Anies dan Ganjar itu jelas kok komen-komennya bagaimana afiliasi dan kemudian portofolio politik yang coba untuk dimunculkan oleh masing-masing pendukungnya jadi melihat capres itu bukan hanya capres sebagai aktor tetapi amplifikasi dari setiap calon kita," terangnya, menambahkan.

Ia melanjutkan, setidaknya terdapat dua hal jika melakukan kampanye berbalut ibadah oleh para politikus jelang pemilihan presiden (pilpres) 2024.

"Satu di depan Tuhan, Allah, (tindakan) itu buruk, enggak dapat pahala, yang kedua tidak mendapatkan insentif dukungan apa pun," tegas Adi.

"Buat atribut demokrasi oke, tapi untuk persaingan secara politik enggak sampai," tambahnya.

Baca Juga: Pendukung Anies Baswedan Terang-terangan Sebut Politik Identitas Itu Tak Salah Selama 2 Hal Ini Tak Digunakan

Load More