Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia meyakini bahwa politikus yang melakukan ibadah dengan niat untuk kampanye tidak akan mendapatkan apa-apa.
Komentarnya itu dikatakan setelah melihat calon presiden (capres) Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo mengunggah aktivitas ibadah haji di Tanah Suci, Arab Saudi.
"Pesan saya sederhana jadi siapa pun yang beribadah entah itu umrah atau pun haji, kalau itu diniatkan yan untuk berkampanye saya kira enggak mungkin efektif," kata Adi dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Selasa (4/7/2023).
Adi mengungkapkan bahwa melalui postingan media sosial, masyarakat dapat menilai Anies dan Ganjar yang tengah beribadah. Terdapat sejumlah komentar dari warganet yang ditujukan pada capresnya masing-masing.
"Buktinya apa, postingan yang berbeda antara Anies dan Ganjar itu jelas kok komen-komennya bagaimana afiliasi dan kemudian portofolio politik yang coba untuk dimunculkan oleh masing-masing pendukungnya jadi melihat capres itu bukan hanya capres sebagai aktor tetapi amplifikasi dari setiap calon kita," terangnya, menambahkan.
Ia melanjutkan, setidaknya terdapat dua hal jika melakukan kampanye berbalut ibadah oleh para politikus jelang pemilihan presiden (pilpres) 2024.
"Satu di depan Tuhan, Allah, (tindakan) itu buruk, enggak dapat pahala, yang kedua tidak mendapatkan insentif dukungan apa pun," tegas Adi.
"Buat atribut demokrasi oke, tapi untuk persaingan secara politik enggak sampai," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara
-
Alarm KPAI: Anak Indonesia Kebanyakan Minum Manis, Ancaman Diabetes Bayangi Generasi 2045
-
Gawat! 3 Tahanan Narkoba Kabur dari Rutan Baturaja Usai Sidang, Lepas Borgol Pakai Kawat
-
Fans Wajib Tahu! Ini Rundown Lengkap Fan Meeting Kim Seon Ho di ICE BSD Besok
-
Kebiadaban Israel Berlanjut: Bikin Cacat Warga Palestina, Kini Halangi Prostesis Masuk Gaza
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Tanggapi Usul KPK Soal Capres Harus Kaderisasi Partai, Ganjar: Tidak Mudah Diterapkan
-
Di Balik Murahnya Fast Fashion: Ada Harga Mahal bagi Lingkungan dan Pekerja yang Tak Dibicarakan
-
Mimpi yang Terparkir: Saat Ekonomi Menjadi Rem Bagi Ambisi Generasi Muda
-
Mayoritas Kecelakaan di Indonesia Terjadi di Kecepatan Rendah, Kok Bisa? Simak Statistiknya