Pengamat terorisme Al Chaidar mengungkapkan bahwa Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun memiliki semacam kerja sama dengan partai politik (parpol).
Pimpinan Ponpes Al-Zaytun, Panji Gumilan, kata Chaidar, kerap melakukan "bisnis" dengan parpol menjelang pemilihan umum (pemilu).
Chaidar melanjutkan, Panji Gumilang kerap meraup untung dari kerja sama tersebut saat pemilu tiba.
"Bahkan untuk menghadapi pemilu, pilpres sering dibagi itu 20 juta jemaah memilih partai ini, 20 juta jemaah memilih partai ini (lainnya)," ucap Al Chaidar.
Pria yang juga mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII) itu menyebut ada dua partai "langganan" yang digandeng Panji Gumilang.
"Ada dua partai," kata Chaidar kepada tvOneNews, dikutip Liberte Suara, Selasa (4/7/2023).
Chaidar menyebut, dua parpol tersebut rela menggelontorkan puluhan miliar rupiah demi mendapatkan suara pengikut Panji Gumilang.
"Bahkan mereka semacam agensi politik yang dilakukan Panji Gumilang untuk mendapatkan dana tambahan," ujar dia.
"Karena jumlah umatnya kan banyak sekali, lebih besar dari anggota partai politik itu sendiri," tambahnya.
Baca Juga: Bertemu Anies di Tanah Suci, Said Didu: di Mekkah Pun Belum Dapat Bocoran Bakal Cawapres, Sabar Ya
Chaidar mengaku enggan menyebut dua nama parpol yang dimaksud.
Ia menyebut parpol yang berkaitan erat dengan Panji Gumilang dapat menghemat anggaran biaya kampanye mencapai Rp100 miliar.
"Daripada mereka mengeluarkan dana kampanye 80 sampai 100 miliar, akhirnya mereka memberikan pada Al Zaytun," pungkas Chaidar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Profil Syawal Gultom, Mantan Rektor Unimed Meninggal Dunia
-
Intip Ronce Melati Siraman Syifa Hadju yang Boleh Dijiplak, Bisa Jadi Inspirasi Calon Pengantin
-
Datang Kondangan, Raffi Ahmad Doakan El Rumi dan Syifa Hadju Cepat Punya Anak
-
Kapal Tanker Dibajak di Somalia, 4 WNI Jadi Tawanan
-
Analisis: Kenapa Perang 40 Hari Justru Perkuat Posisi Iran di Mata Dunia?
-
Jagoan Baru Anak Muda, Realme C100 Siap Rilis dengan Baterai 8000 mAh
-
Gerak-gerik Mencurigakan Wanita Rambut Pirang Saat Penembakan Donald Trump, Ada yang Aneh
-
7 Dampak Makanan Ultra Proses yang Mengancam Tumbuh Kembang Anak
-
Baterai EV Baru Bisa Isi Daya Kilat, Jarak Tempuh Setara Jogja-Bali, Bahannya Banyak di Indonesia
-
Tertipu Citra Profesional, Orang Tua Ini Ungkap Horor di Balik Daycare Little Aresha