Wasekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, mengomentari perihal Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang selalu mempromosikan proyek di Ibu Kota Negara (IKN) setiap kali melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.
Baru-baru ini Presiden Jokowi menawarkannya kepada sejumlah petinggi perusahaan Australia. Hal itu dia sampaikan saat bertemu dengan para CEO perusahaan Australia di Ruang Pertembuan Cambridge, Hotel Shangri-La, Sydney, Selasa (4/7/2023).
"Nilai investasinya (di IKN) capai US$25 miliar yang sangat terbuka, baik di sektor pendidikan, kesehatan, energi, dan lainnya," ujar Jokowi seperti dikutip dari keterangan resmi.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa saat ini pembangunan IKN menggunakan konsep kota pintar berbasis hutan dan alam.
Menanggapi hal tersebut, Jansen kesal dengan kegiatan promosi yang dilakukan Presiden Jokowi setiap berkunjung ke luar negeri. Dia juga menyayangkan seandainya presiden terpilih berikutnya diharuskan melakukan hal yang sama.
“Apaan sih ini pak? Tiap ke luar negeri beritanya beginian terus. Apa Presiden kita berikutnya maunya harus melakukan yg beginian juga kedepan,” ujar Jansen, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @jansen_jsp pada Selasa (4/7/2023).
Lebih lanjut, Jansen meminta agar Kementerian PUPR dan Otorita IKN untuk berkata jujur seandainya ditemukan masalah dalam proses pembangunannya.
“Cc Kpd Yth @KemenPU dan Badan Otorita: jika memang ada masalah dengan IKN ini setelah kalian kaji pasca berjalan, tolong bersuaralah yang jujur agar kita tahu dan bisa direview ulang,” ujarnya.
Elit Partai Demokrat ini mengingatkan bahwa ada mekanisme review dalam sistem hukum di Indonesia sehingga jangan sampai terjebak di proyek IKN.
“Ketimbang kita semua terjebak di IKN ini. Itu maka dalam sistem hukum kita ada mekanisme review, bisa judicial, legislatif sampai eksekutif review. Terimakasih,” tutur Jansen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Simak! Inilah 5 HP Xiaomi Terbaik 2026 dengan Spek Dewa dan Harga Merakyat
-
BEI Gembok Wanteg Sekuritas, Nasabah Tidak Bisa Transaksi
-
31 Kode Redeem FC Mobile 25 Februari 2026, Klaim Dunga dan Voucher Gratis
-
Jangan Lewatkan Perpaduan Manis-Pedas di Menu Baru Wingstop "Iftar Spice" yang Bikin Nagih
-
5 Rekomendasi Lipstik Pink yang Elegan dan Bikin Awet Muda
-
LPS Tuntaskan Likuidasi BPR Prima Master Bank, 88 Persen Rekening Nasabah Sudah Dibayarkan
-
4 Zodiak Paling Beruntung 25 Februari 2026, Cancer Banjir Cinta dan Kasih Sayang
-
Menhub Pastikan Diskon Tiket Pesawat Libur Lebaran 2026 Tak Kuras Kantong Maskapai
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Menhub Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di 18 April