Sebuah video dari kanal YouTube LIDAH RAKYAT menyebut bahwa seluruh warga keturunan Tionghoa di Indonesia menolak calon presiden pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mengikuti instruksi Jusuf Hamka untuk mendukung Anies Baswedan.
Berikut narasi dalam video tersebut: Ikut Intruksi Jusuf Hamka Seluruh Warga Tionghoa Deklarasi Anies Pilpres, Menolak Capres Pilihan Jkw.
Namun, usai menyimak keseluruhan isi video, tidak ada pemberitaan yang menunjukkan klaim terhadap narasi yang disampaikan sebelumnya.
Adapun narator dalam video tersebut membacakan perihal kritik Jusuf Hamka lantaran Hary Tanoesoedibjo mengklaim warga keturunan Tionghoa di Indonesia akan memilih calon presiden pilihan Presiden Jokowi pada Pilpres 2024 mendatang.
Untuk diketahui, sebelumnya Hary Tanoe yang merupakan pembina Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) mengaku mewakili masyarakat Tionghoa akan mendukung siapa pun calon presiden pilihan Presiden Jokowi.
"PSMTI ingin sekali siapa pun nanti yang didukung oleh Pak Jokowi tentunya akan didukung juga oleh PMSTI," kata Hary Tanoe di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (15/5/2023).
Pernyataan tersebut kemudian dikritik oleh Ketua Dewan Penasihat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), M Jusuf Hamka.
Menurutnya, masyarakat Tionghoa di Indonesia tidak bisa diarahkan dalam satu pilihan karena dirinya bahkan tidak pernah memberi kuasa kepada siapapun untuk mewakili dirinya.
"Oleh sebab itu kalau ada orang-orang yang mengatakan bahwa masyarakat Tionghoa akan mendukung apapun yang diputuskan oleh seseorang, jelas ini ngawur, dan saya sebagai orang Tionghoa merasa prihatin, karena saya tidak pernah memberi kuasa kepada siapa pun," kata Jusuf dalam video pernyataannya dikutip Sabtu (20/5/2023).
Baca Juga: Gegara Hal Ini, Shane Lukas Turuti Permintaan Mario Dandy Aniaya David Ozora
Berdasarkan penjelasan tersebut, narasi bahwa seluruh warga Tionghoa menolak calon presiden pilihan Presiden Jokowi dan mengikuti instruksi Jusuf Hamka untuk mendukung Anies Baswedan tidak terbukti dan narasi tersebut masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'