"Menyampaikan salam kalau di Jawa Timur sempat ramai kan. Saya sampaikan kalau di Jawa Tengah boleh. Gus Dur juga pernah bilang kok, selamat pagi aja deh daripada berkelahi. Shalom itu kan Assalamualaikum. Benar nggak sih? Waktu masih belum Islam shalom artinya apa sih,” tutur Ganjar Pranowo dalam Podcast Deddy Corbuzier.
Adapun Ganjar Pranowo menyebut salam itu seharusnya tidak perlu diributkan. Karena hanya memiliki pengucapan yang berbeda.
"Salam kan. Hai, hai, gitu yah. Salam. Sehat selalu. Kami selamat yah. Selamat, shalom, assalamualaikum saya kira semua niatnya baik mengucapkan bahwa hari ini kamu selamat, kami baik. Apa bedanya. Terus kita persoalkan yang kencang-kencang kan sekarang," tuturnya.
Lebih lanjut, Kader PDIP ini mengatakan, jika dalam acara didominasi kaum Katolik, ia biasanya mempersilahkan doa dipimpin secara Katolik.
"Saya sampaikan kalau di Bali pasti menyampaikan pakai bahasa agama Hindu. Ada yang tersinggung nggak, ‘interupsi pimpinan’, saya nggak mau agama itu. Ada nggak. Saya sampaikan kepada teman-teman, saya datang itu, inikan sebagian besar Katolik yah. Iya pak. Pimpinnya teman Katolik aja nggak apa-apa. Saya akan berdoa dengan Islam kok. Dan itu dibiasakan saja. Ini kalau pendengar yang nggak suka, wah, bisa penistaan," tandasnya.
Berita Terkait
-
Arah Dukungan Jokowi di Pilpres 2024, Pengamat: Lebih Pilih Prabowo Ketimbang Ganjar
-
Kode Keras! Begini Alasan Effendi Simbolon PDIP Sebut Prabowo Cocok Jadi Nakhoda RI 2024
-
'Gak Terima' Ganjar Pranowo Dapat Penghargaan Satyalencana Wira Karya, Said Didu: Angka Penurunan Stunting Tertinggi Adalah DKI
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Jangan Gegabah Memasukkan Jurnalisme ke UU Hak Cipta
-
Bedak Sariayu Tabur Harga Berapa? Ini 2 Varian yang Kurangi Kilap, Lengkap Ulasan Pembeli
-
IHSG Loyo Nyaris ke Level 5.900, 501 Saham Kebakaran
-
Dipanggil Presiden ke Istana, Dirut PLN Minta Maaf soal Gangguan Kelistrikan Nasional
-
Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Tak Bisa Bendung Kebahagiaan
-
Cerita Inspiratif: Desa Batuah Menyulam Harapan dari Hasil Alam
-
Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC
-
Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran
-
Kompetisi Modifikasi Jadi Puncak Perayaan 10 Tahun Aerox Alpha di Jakarta
-
Gemilang Palembang Raya x DKG 2026 Siap Digelar, QRIS Sumsel Tumbuh 46 Persen