Polemik Jakarta International Stadium belum mereda. Kontroversi terkait standar kelayakan seperti mulai dari rumput JIS yang tidak sesuai standar FIFA hingga klaim dari perusahaan konsultan Buro Happold yang membuat geger Indonesia.
Dikutip dari kanal youtube Depdagri, Rabu (12/7) ,pakar hukum olahraga Eko Noer Kristiyanto menilai kualitas stadion yang berlokasi di Jakarta Utara ini cukup bagus. Namun dirinya tak menampik masih terdapat beberapa kekurangan.
“Misalnya soal akses keluar masuk. Misalnya dalam keadaan penuh mitigasi suporter dalam wkatu sekian menit harus kosong. Saya yakin klo sekarang JIS tak layak bukan soal rumput tapi mitigas massa,”Kata Eko Maung sapaan akrabnya.
Eko menilai masalah JIS ini dapat menjadi persoalan hukum bahkan diseret-seret ke politik usai Buro Happold, perusahaan jasa desain, rekayasa, dan konsultasi asal Inggris menyebut bahwa pembangunan JIS tidak sesuai dengan panduan yang mereka berikan.
Buro Happold merupakan konsultan yang dikontrak Jakarta Konsultindo dalam pembangunan JIS. Tugas Buro Happold membuat panduan desain serta memberikan jasa konsultasi. Masa kerjanya mulai Desember 2018 hingga Maret 2019.
Lingkup pekerjaannya mencakup persiapan untuk pembuatan panduan desain, penilaian untuk soal teknis dan komersial, konsep rencana induk untuk area di sekitar stadion, serta peta jalan implementasi proyek.
“Kalau pakai logika keuangan negara ini bisa jadi temuan negara loh. Ini yang diajukan. Lalu pembiayaannya ini kan memakai APBD . Jadi wajar saja hal ini sepert ini dipolitisasi,"tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Teka-Teki Mayat Wanita di dalam Innova Pelat Merah di Parkiran Terminal 1 Bandara Juanda
-
Dua Warga Tertembak dan Mess Dibakar, Bagaimana Kerusuhan di PT BCP Group Wilmar Bermula?
-
Piala Dunia 2026: Momen Gol Kedua Portugal, Nuno Mendes Curi Tendangan Bebas Milik Ronaldo?
-
Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan
-
Dugaan Pelecehan Seksual Pimpinan Bank, Netizen Serbu Akun Direktur Utama BSI
-
Alfeandra Dewangga Resmi Tinggalkan Persib, Ungkap Alasan Berat di Balik Keputusannya
-
Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak
-
Harry Kane Ungkap Masalah Utama Inggris Usai Ditahan Ghana di Piala Dunia 2026
-
Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan
-
Hutan yang Menelan Rahasia dalam Buku Dosa di Hutan Terlarang