"Ini adalah akses bus, yang nanti akan dipakai untuk bus besar para pemain dan ofisial, kondisi sekarang bus tak bisa masuk sini, karena ada di sana pintu itu, itu akan dibongkar supaya bus bisa masuk," ujar Basuki di JIS Selasa kemarin.
"Ini mohon maaf, jadi kondisi sekarang bus tak akan bisa masuk sini. Nanti pemain masuk sini, lift diblok untuk pemain, bus besar. Kondisi sekarang tak bisa masuk karena ada pintu tiket di sana. Jadi harus dilebarkan atau dibongkar," lanjut dia.
Dilansir dari Detik, kendaraan VIP atau pemain dapat memasuki kawasan JIS melalui gerbang khusus pada bagian selatan stadium. Dari sana kendaraan akan menyusuri area luar menuju bagian bara stadium.
Masuk ke dalam area stadium, akses kendaraan VIP atau pemain berlanjut ke lantai dua, sedangkan untuk parkiran umum akan diarahkan ke basement. Naik ke lantai dua, kendaraan VIP atau pemain akan memasuki kawasan lobby barat (west lobby).
Namun terlihat akses jalan ini tidak akan cukup untuk bus besar. Sebab tinggi kawasan west lobby ini kurang lebih hanya sekitar 3-3,5 meter. Selain itu pada bagian langit-langit akses masuk ini terdapat banyak beton penyangga stadium. Ada juga pipa-pipa merah pemadam kebakaran.
Lebih lanjut, pada kawasan west lobby JIS ini juga ditemui drop zone untuk para pemain atau VIP. Pada bagian pintu masuk ini juga sudah dilengkapi dengan alat detektor keamanan.
Terpisah, eks Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Anies Baswedan, Tatak Ujiyati menegaskan kalau JIS sudah sesuai standar FIFA.
Pasalnya, kata Tatak, konsultan pembangunan dari Inggris, yaitu Buro Happold, turut andil dalam pembangunan JIS dan mereka sudah berpengalaman membangun stadion berstandar internasional.
"Tentu saja hal-hal teknis seperti akses masuk dan standar rumput juga sudah standar FIFA. Yang komentar akses masuk cuma satu, sudah jelas keliru. Faktanya pintu akses banyak sekali sudah dijelaskan oleh Jakpro. Agar yakin mungkin perlu datang meninjau langsung dan menghitung satu-satu jumlah pintu masuknya," ungkapnya.
Baca Juga: 6 Poin Problematik RUU Kesehatan Bikin Nakes Ancam Mogok Kerja: Rentan Dikriminalisasi?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Bacaan Niat Puasa Enam Hari di Bulan Syawal, Ini Waktu Terbaik dan Keutamaannya
-
Promo Nonton Bioskop Spesial Lebaran, Dapat Cashback hingga Beli 1 Gratis 1 Tiket
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Libur Lebaran 2026, Istano Basa Pagaruyung Diserbu Wisatawan hingga Tembus 10 Ribu Pengunjung Sehari
-
DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran
-
7 Tips Bersih-Bersih Rumah setelah Mudik, Dijamin Langsung Rapi dalam Sehari
-
5 Drawing Tablet Terbaik yang Bikin Desain Makin Jago, Harga Mulai Rp200 Ribuan
-
Lenovo Legion Y700 2026: Tablet Mungil yang Bikin HP Gaming Kamu Kena Mental!
-
Cara Mengunci Aplikasi di HP Samsung, Xiaomi dan OPPO Tanpa Aplikasi Tambahan
-
5 Film Yoo Hae Jin Raih Lebih dari 10 Juta Penonton, Terbaru The King's Warden