Partai NasDem kembali meminta agar rekan-rekan koalisinya tak memaksakan kehendak soal penentuan hingga pengumuman akan siapa calon wakil presiden alias cawapres dari Anies Baswedan di Pilpres 2024.
Hal ini rupanya kurang sesuai dengan hati sejumlah elite partai dalam koalisi tersebut, salah satunya adalah Elite Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana. Ia mengungkapkan bahwa pengumuman cawapres memang harus segera dilakukan oleh Koalisi Perubahan.
Cipta mengatakan hal ini bukanlah kehendak dari Partai Demokrat. Ia mengungkapkan soal penentuan hingga pengumuman cawapres mantan menteri pendidikan itu harus segera dilakukan karena sudah tertuan dalam perjanjian koalisi.
"Itu sesuai dengan point empat dalam kesepakatan koalisi untuk segera mendeklarasikan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Bukan maunya Demokrat," ujarnya melalui akun @panca66, dikutip Kamis (13/7).
Point tersebut sendiri berbunyi bahwa koalisi perubahan dalam waktu yang tidak terlalu lama akan menyelenggarakan deklarasi dan mengumumkan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2024-2029.
Oleh karenanya, ia menyayangkan pernyataan soal ini. NasDem terlihat coba memaksakan kehendak soal urusan cawapres hingga lupa akan kesepakatan yang telah dibuat Koalisi Perubahan.
"Mat Ali maunya dia aja yang diikuti!!" tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP NasDem Ahmad Ali sendiri telah menegaskan bahwa ada hal lebih penting ketimbang nama pendamping Anies.
Baca Juga: JIS Boleh Direnovasi, Sikap Anies Baswedan Dipuji: Berkat Dia, Piala Dunia Bisa Diselenggarakan...
Dirinya mengatakan cawapres tidak bisa sembarangan diumumkan. Ada efek yang harus dioptimalkan dari hal itu dan karenanya ia meminta tak ada pemaksaan lagi jagoan pihaknya untuk deklarasi cawapres.
"Yang urgen bagi NasDem hari ini, bagi Koalisi Perubahan, adalah konsolidasi, bukan cawapresnya," kata Wakil Ketua Umum DPP NasDem Ahmad Ali di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Juli 2023.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati