/
Jum'at, 14 Juli 2023 | 08:46 WIB
CEK FAKTA: Terbukti Jadi Sarang Teroris, Densus 88 Temukan Bukti Mengejutkan di Al Zaytun (YouTube/RODA POLITIK)

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror diduga menemukan bukti bahwa Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun menjadi sarang teroris. 

Akun YouTube RODA POLITIK menjadi yang pertama menyebarkan kabar tersebut melalui sebuah video yang diunggah Kamis (13/7/2023).

Video tersebut memiliki judul, "PANJI GUMILANG PANIK DENSUS 88 TEMUKAN BUKTI MENGEJUTKAN TERNYATA AL ZAYTUN JADI SARANG TERORIS."

Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa gambar yang diduga telah direkayasa dengan narasi, "TERBUKTI JADI SARANG TERORIS, DENSUS 88 TEMUKAN BUKTI MENGEJUTKAN DI AL ZAYTUN".

Apakah benar Densus 88 Antiteror temukan bukti Al Zaytun jadi sarang teroris?

PENJELASAN

Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Densus 88 yang menemukan bukti Al Zaytun jadi sarang teroris.

Unggahan tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Al Zaytun jadi sarang teroris.

Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada bukti atau berita kredibel yang menyatakan bahwa Densus 88 temukan bukti Al Zaytun jadi sarang teroris.

Baca Juga: Gaul Abis! Ini 7 Kata Slang Bahasa Inggris Terpopuler yang Punya Arti Unik

KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan "PANJI GUMILANG PANIK DENSUS 88 TEMUKAN BUKTI MENGEJUTKAN TERNYATA AL ZAYTUN JADI SARANG TERORIS" merupakan klaim yang salah.

Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.

CATATAN REDAKSI:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More