/
Senin, 17 Juli 2023 | 10:40 WIB
Ponpes Ponpes Al Zaytun (Dok. Ponpes Mahad Al-Zaytun)

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku berat hati membubarkan Pondok Pesantren Al Zaytun.

Meski pemimpin Al Zaytun, Panji Gumilang, tengah menjadi sorotan publik lantaran dugaan pidana, Mahfud akan mempertahankan ponpes tersebut.

"Ketika terjadi peristiwa ini, berat rasanya kita membubarkan Al Zaytun," kata Mahfud dalam pernyataannya, dikutip Liberte Suara, Senin (17/7/2023).

"Bagaimana membubarkan anak sebanyak 5.400 orang yang sekarang sedang belajar dari SD, SMP, SMA dan pesantrennya itu. Mau dikemanakan? Kalau mau diusir melanggar hak konstitusional," kata dia, menambahkan.

Sebagai pembanding, Menko Polhukam menjelaskan ponpes milik salah satu pentolan teroris di Indonesia, Abu Bakar Baasyir.

Menurut Mahfud, sikap tersebut seperti yang telah ditempuh pemerintah terhadap Ponpes Al Mukmin Ngruki itu.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan tangan besi dalam menindak sebuah institusi pendidikan.

"Kalau kita sudah main tangan besi membubarkan lembaga pendidikan, bagaimana nanti masa depan negara hukum kita? Kita tidak punya sejarah sekali pun membubarkan lembaga pendidikan," ujar Mahfud.

Baca Juga: Jabatan Menkominfo Ditempati Budi Arie, Rakyat Kecewa Lagi Sama Jokowi: Gimana Negara Bisa Maju...

Load More