Pendiri lembaga survei Cyrus Network, Hasan Nasbi, mengomentari perihal calon wakil presiden Anies Baswedan yang tak kunjung mengumumkan calon wakil presidennya.
Ketika ditanya Politikus senior Zulfan Lindan soal keyakinan Anies Baswedan tidak akan mendapat tiket calon presiden, Hasan Nasbi menyebut keyakinan tersebut berasal dari perhitungannya.
“Kan saya selalu bilang ini bukan harapan. Ini perhitungan,” ujar Hasan Nasbi, dikutip Suara Liberte dari kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia pada Senin (17/7/2023).
Ia kemudian menyinggung perihal level Anies Baswedan dalam kontestasi politik Pilpres 2024. Menurutnya, alasan Anies tidak bisa menentukan wakilnya sendiri karena Anies bukan pemain.
“Kalau menurut saya kalau Anies sudah levelnya dia yang pemainnya Bang, dia udah bungkus nih tiga-tiganya udah selesai. Dia tentukan cawapresnya,” ujar Hasan Nasbi, dikutip Suara Liberte pada Senin (17/7/2023).
Orang yang berani bertaruh mobil Alphard ini kemudian menyinggung perihal piagam Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang memberikan mandat bagi Anies untuk memilih wakilnya sendiri.
“Tapi menurut saya walaupun piagamnya bilang kita serahkan kepada Anies Baswedan, faktanya pasti nggak seperti itu,” ujar Hasan Nasbi.
Bahkan, Anies harus berunding dengan beberapa petinggi partai politik seperti Ketua Umum Partai NasDem, Ketua Umum Partai Demokrat, dan Ketua Majelis Syuro PKS.
“Jadi akhirnya yang berembug itu bukan dia. Berembug empat pihak, Anies Baswedan berembug dengan Surya Paloh, berembug dengan Pak SBY atau AHY, berembug dengan Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim,” jelas Hasan Nasbi.
Baca Juga: Dewan Etik Golkar Berencana Panggil Anggota Dewan Pakar Buntut Gulirkan Wacana Munaslub
Seperti diketahui, Piagam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) memberikan kebebasan kepada Anies untuk menentukan calon wakil presidennya sendiri. Hal tersebut terdapat dalam poin nomor tiga perjanjian tersebut. Berikut bunyinya:
Ketiga, bahwa kami memberikan mandat penuh kepada calon presiden Sdr. H. Anies Rasyid Baswedan untuk memilih calon wakil presiden, dan membentuk pasangan yang mampu memenangkan Pemilu 2024, dengan kriteria sebagai berikut, (1) berkontribusi dalam pemenangan, diwujudkan dengan tingkat elektabilitas yang tinggi, dan tingkat kerentanan politik yang rendah, (2) berkontribusi dalam memperkuat, dan menjaga stabilitas koalisi, (3) berkontribusi dalam pengelolaan pemerintahan yang efektif, (4) memiliki visi yang sama dengan calon presiden, (5) berkomitmen membangun kebersamaan sebagai dwi-tunggal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
ASDP Operasikan 29 Kapal untuk Jaga Kelancaran Logistik Ketapang-Gilimanuk
-
Ditempa Sang Waktu: Berapapun Seringnya, Patah Hati itu Tetap Sakit!
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi
-
SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja
-
Terjebak Siasat Licik Chat WhatsApp: Jerit Pilu Siswi Pesisir Barat di Balik Dinding Kos
-
Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi