Pengamat Politik, Hasan Nasbi, membandingkan Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan dan Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo.
Menurutnya, level Anies Baswedan dalam kontestasi politik Pilpres 2024 belum mencapai level pemain. Hal itu menyebabkan Anies tidak bisa menentukan wakilnya sendiri.
“Kalau menurut saya kalau Anies sudah levelnya dia yang pemainnya Bang, dia udah bungkus nih tiga-tiganya udah selesai. Dia tentukan cawapresnya,” ujar Hasan Nasbi, dikutip Suara Liberte pada Senin (17/7/2023).
Berbeda dengan Ganjar. Menurut Pendiri Lembaga Survei Cyrus Network ini, Ganjar tidak perlu bingung soal calon wakil presidennya karena ada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang akan mengurusnya.
“Kalo Ganjar, Ganjar ga perlu pusing siapa wakilnya. Ibu (Megawati) aja yang tentukan. Jadi Ibu yang veto. Ini wakillnya, ya udah Ganjar terima. Jadi Ganjar ga pusing dia siapa wakilnya,” jelas Hasan Nasbi.
Oleh karena itu, meskipun Ganjar belum berada di level pemain-sama seperti Anies, Ganjar tidak perlu pusing soal calon wakil presidennya.
“Walaupun Ganjar juga bukan level pemain. Baru wayang yang dimainkan nih statusnya sampai hari ini. Tapi dia nggak pusing soal wakil,” sambung Hasan Nasbi.
Seperti diketahui, Piagam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) memberikan kebebasan kepada Anies untuk menentukan calon wakil presidennya sendiri. Hal tersebut terdapat dalam poin nomor tiga perjanjian tersebut. Berikut bunyinya:
Ketiga, bahwa kami memberikan mandat penuh kepada calon presiden Sdr. H. Anies Rasyid Baswedan untuk memilih calon wakil presiden, dan membentuk pasangan yang mampu memenangkan Pemilu 2024, dengan kriteria sebagai berikut, (1) berkontribusi dalam pemenangan, diwujudkan dengan tingkat elektabilitas yang tinggi, dan tingkat kerentanan politik yang rendah, (2) berkontribusi dalam memperkuat, dan menjaga stabilitas koalisi, (3) berkontribusi dalam pengelolaan pemerintahan yang efektif, (4) memiliki visi yang sama dengan calon presiden, (5) berkomitmen membangun kebersamaan sebagai dwi-tunggal.
Baca Juga: Rusia dan Belarusia Tidak Diundang ke Olimpiade Paris 2024
Sementara itu, Megawati meminta semua pihak bersabar menantikan sosok calon wakil presiden Ganjar karena dirinya masih akan berkomunikasi dengan partai yang bekerja sama dengannya.
“Nah ini toh kok selalu nanya ya, sabar aja. Yang urusan cawapres loh saya sudah juga bilang pada Pak Zul (Ketum PAN Zulkifli Hasan) karena kita ini kan berteman, datang dengan suasana sejuk. Kalau ada yang ingin diusulkan ya monggo aja,” kata Megawati di Kantor DPP PDIP pada Jumat (2/6/2023).
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026