Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad, mengomentari gagasan perubahan yang selalu dibahas oleh kubu Bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan.
Menurutnya, tidak ada gagasan perubahan yang dinarasikan oleh kubu yang dianggap merupakan oposisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.
Oleh karena itu, loyalis Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini menilai gagasan perubahan hanya sebatas omong kosong.
“Mereka selalu gembar gembor soal perubahan, tapi SATU pun tak ada gagasan soal perubahan yang dimaksudkan. Semua hanya sebatas omong KOSONG alias NGIBUL,” ujar Yusuf, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @yusuf_dumdum pada Selasa (18/7/2023).
Sementara itu, dalam tayangan ‘Point of View’ di kanal YouTube Liputan6 SCTV pada Minggu (14/5/2023), Anies mengatakan bahwa gagasan perubahan tidak hanya sekadar menghentikan program yang sudah ada.
“Kadang-kadang, kita kalau perubahan itu cuman satu saja apa yang harus dihentikan seakan-seakan perubahan itu hanya soal menghentikan,” ujar Anies.
Adapun gagasan perubahan juga termasuk melakukan peningkatan, koreksi, atau penambahan terhadap program yang sudah ada.
“Bukan, perubahan itu apa yang ditingkatkan, apa yang dikoreksi, apa yang dihentikan, apa yang ditambahkan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Anies mengatakan unsur perubahan yang dimasukkan dalam gagasannya untuk mengembalikan unsur keadilan serta kesetaraan dalam pengambilan keputusan.
Baca Juga: Begini Respon SM Terkait Isu Debutkan Putra Penyanyi Yoon Sang di Grup Baru
“Itu kenapa sebabnya kami melihat yang penting saat ini adalah mengembalikan unsur keadilan, keseteraan, di dalam setiap pengambilan keputusan jadi itu unsur perubahan yang kita masukkan,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Ditanya Jokowi, Cawapres dari Koaliasi Perubahan, Surya Paloh: Anies yang Paling Tahu
-
Gembiranya Kubu Anies Usai Diskusi Bareng Jokowi: Yang Penting Sepakati Dulu Ganjar Sulit Menang
-
Waketum NasDem Sebut Saat Ini Bukan Waktu yang Tepat Umumkan Cawapres Anies, Anak Buah AHY: Kalau Gak Diumumin, Nambah Jeblok dan Batal Nyapres
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?
-
Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo