Pengamat politik Burhanudin Muhtadi menyoroti pernyataan politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko soal Indonesia memerlukan pemimpin yang paham geopolitik strategis secara global.
Burhanudin menilai, calon presiden (capres) Partai Gerindra Prabowo Subianto sangat diuntungkan dengan adanya pernyataan dari kader PDIP dan aktivis '98 itu.
"Pernyataan Mas Budiman yang menyebut bahwa Indonesia memerlukan pemimpin yang punya latar belakang dan pemahaman geopolitik strategis secara global, itu jelas keuntungan yang besar sekali buat Pak Prabowo," kata Burhanuddin dalam pernyataannya, dikutip Liberte Suara, Kamis (20/7/2023).
Burhanuddin menambahkan, adanya pertemuan antara Budiman dan Prabowo tentu memberikan keuntungan yang besar bagi Prabowo.
Pertemuan Budiman dan Menteri Pertahanan andalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu turut serta mengindikasikan adanya sinyal kuat para elite partai PDIP mendukung Prabowo pada pemilihan presiden (pilpres) 2024 nanti.
"Prabowo tentu mendapatkan banyak keuntungan politik ya atas pertemuan dengan elite-elite PDIP termasuk Mas Budiman," ungkapnya.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia menilai kunjungan yang dilakukan Budiman ke kediaman Prabowo di Jakarta tentu mengejutkan banyak pihak.
Maka dari itu, ia menegaskan kunjungan dan diskusi yang dilakukan kedua sosok tersebut, menjadi katalis positif bagi Prabowo.
"Tiba-tiba Mas Budiman memberikan strong endorsement semacam itu, itu suatu yang luar biasa secara politik kepada Pak Prabowo," imbuhnya.
Sebelumnya, Budiman bertemu dengan Prabowo di kediaman Prabowo, di Jakarta, pada Selasa (18/7/2023) malam. Usai bertemu, Aktivis '98 ini mengatakan Prabowo adalah salah satu tokoh terbaik di Indonesia.
"Saya berharap Pak Prabowo sehat, teruskan tugas, tunaikan tugas. Dan saya ingin orang Indonesia layak untuk mendapatkan orang terbaik, salah satunya Pak Prabowo," terang Budiman.
Tak hanya itu, ia juga berharap di sisa usia dirinya dan Prabowo, mereka bisa bermanfaat bagi rakyat Indonesia. Ia menegaskan semua pihak ingin memperjuangkan persatuan dan keadilan bagi bangsa.
"Minimal dua sila itulah, 'Persatuan Indonesia' untuk 'Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia'. Saya pikir, saya akan mengenang masa-masa lalu saya dan Pak Prabowo, dengan manis ya, apa pun itu. Kita berutang kepada masa depan, bukan berutang pada masa lalu," ujar Budiman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Pramono Anung Minta Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Dipercepat: Lima Tiang Sehari!
-
Seruan Dasco di HUT ke-18 Partai Gerindra: Misi Kita 'Wong Cilik Iso Gemuyu'
-
1.400 Pengusaha Horeka di Bali Terancam Penjara
-
Pegadaian Tegaskan Emas Nasabah Aman di Tengah Lonjakan Permintaan
-
Barang KW Masuk Indonesia Gegara Kasus Suap Bea Cukai, KPK Sebut Bisa Rugikan Ekonomi Nasional
-
Holding Statement Pegadaian Soal Ketersediaan dan Cetak Emas Fisik
-
Profil Samuel Lee, Peserta Single's Inferno 5 yang Isu Perselingkuhannya Bikin Heboh
-
Pegadaian Pastikan Ketersediaan Emas Aman dan Dijamin 1 : 1
-
Adu Ranking Timnas Futsal Indonesia vs Iran Jelang Final Piala Asia Futsal 2026
-
KPK Ungkap Ada Kode pada Amplop Berisi Uang yang Akan Dibagikan pada Kasus Bea Cukai