Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatimiko menceritakan soal persatuan kaum nasionalis usai kunjungannya menemui Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto.
Budiman menyebut, Prabowo merupakan salah satu tokoh nasionalis di Indonesia di samping sosok Ganjar Pranowo calon presiden (capres) yang telah diumumkan oleh PDIP.
"Pak Prabowo satu-satunya nasionalis, jelas tidak. Justru asumsinya adalah ada dua kekuatan, satu Pak Ganjar sudah mencalonkan itu PDI Perjuangan Pak Prabowo juga ... Menurut saya dua-duanya adalah sosok yang mewakili kekuatan nasionalis," kata Budiman dalam keterangannya, dikutip Liberte Suara, Kamis (20/7/2023).
Yang dimaksud dengan "persatuan kaum nasionalis", terang Budiman, adalah mekanisme menyatukan dua tokoh nasionalis untuk memperoleh kemenangan besar dalam pesta demokrasi yang akan digelar 2024 mendatang.
Ia pun berharap pemilihan presiden (pilpres) akan diikuti oleh hanya dua pasangan calon lantaran dua kekuatan kaum nasionalis telah bersatu sehingga hanya terjadi satu putaran mekanisme suksesi demokrasi itu.
"Justru sejak awal saya katakan 'persatuan kaum nasionalis' sehingga ini untuk memastikan kemenangan dengan margin yang besar oleh kekuatan persatuan kaum nasionalis dengan margin yang besar sehingga pastinya dengan begitu karena hanya dua pasangan tentu saja hanya satu putaran," jelasnya.
"Tentu saja dengan pertimbangan teknis lainnya adalah memurahkan proses suksesi demokratis, dan pada akhirnya membuat bangsa kita ini berhenti di bulan Februari-Maret dengan kemenangan besar," ungkap dia.
Aktivis '98 itu sama sekali tidak membantah wacana yang sempat hilang dan kembali muncul yaitu menduetkan Ganjar dan Prabowo untuk pemilihan umum (pemilu) 2024 mendatang.
Budiman beralasan, pertemuannya dengan Prabowo hanya ingin mencoba mencairkan suasana dan membangun komunikasi antarkaum nasionalis sehingga tidak pula membantah soal wacana duet tersebut.
"Saya tekankan itu supaya ini ada pencairan suasana. Ini sinyal lama tapi kemudian tidak kunjung menghasilkan komunikasi yang strategis antarkaum nasionalis ini sehingga ya yang tanda kutip bukan struktur partai punya keleluasaan yang bisa saya optimalkan, saya manfaatkan, untuk kemudian melakukan ice breaking," pungkas Budiman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!