- Pramono Anung instruksikan pembongkaran tiang monorel di Rasuna Said selesai lebih cepat.
- Ritme kerja ditingkatkan dari satu tiang menjadi lima tiang beton per hari.
- Penataan kawasan Kuningan dilakukan dengan menuntaskan proyek terbengkalai peninggalan gubernur sebelumnya.
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menginstruksikan akselerasi pembongkaran tiang-tiang monorel yang terbengkalai di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa proses evakuasi infrastruktur mangkrak tersebut kini dilakukan dengan ritme kerja yang jauh lebih intensif.
Langkah percepatan ini diambil guna memastikan penataan ulang sisi timur kawasan Kuningan dapat segera dieksekusi tanpa hambatan sisa konstruksi lama.
"Setelah memantau di lapangan, saya minta dipercepat. Kalau dulu hanya satu tiang per hari, saya minta kalau perlu empat hingga lima tiang sehari, dan sekarang itu sudah mulai dilakukan," ujar Pramono Anung di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).
Mantan Sekretaris Kabinet itu menjelaskan bahwa dirinya memantau langsung progres pembongkaran saat melintasi jalur protokol tersebut. Saat ini, pengerjaan mulai memasuki fase pembersihan struktur beton yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan bagian tiang lainnya.
"Untuk tiang-tiang besinya, hampir semuanya sudah terpotong. Sekarang yang mulai dikerjakan adalah bagian betonnya. Karena material beton, tentu memerlukan waktu pengerjaan yang sedikit lebih lama," jelasnya.
Meski demikian, Pramono tetap optimistis bahwa proses pembongkaran seluruh "candi beton" di Rasuna Said tersebut dapat tuntas lebih cepat dari target awal yang diperkirakan selesai pada pertengahan tahun ini.
Rencana pembongkaran tiang monorel yang mangkrak ini sendiri telah didengungkan Pramono Anung sejak akhir 2025 lalu. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari misinya untuk menuntaskan berbagai proyek peninggalan gubernur terdahulu yang belum terselesaikan karena berbagai alasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara