/
Kamis, 20 Juli 2023 | 20:30 WIB
Sebelumnya Effendi Simbolon, Kini Budiman Sudjatmiko Sanjung Prabowo, EG Singgung Soal Pindah Kapal: Mau Tidak Mau… (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Pakar Komunikasi Politik, Effendi Gazali, menyoroti pernyataan dua kader PDI Perjuangan (PDIP) soal Bakal calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Pada pertemuannya dengan Prabowo, Selasa (18/7/2023), Budiman mengatakan bahwa Indonesia tengah menghadapi krisis sehingga Indonesia yang diibaratkan seperti kapal harus dikayuh oleh orang yang memahami strategi, geopolitik, dan sejarah.

“Kita hadapi krisis perang, teknologi, kesehatan. Kapal Indonesia harus dikayuh oleh orang yang paham strategi, geopolitik, sejarah,” ujar Budiman, dikutip dari Suara.com.

Menurutnya memilih nahkoda kapal yang tepat sangat penting karena Indonesia merupakan kapal yang besar. “Karena Indonesia kapal besar, bukan panggung entertain saja,” sambungnya.

Sementara itu beberapa waktu sebelumnya dalam rapat kerja nasional Perkumpulan Orang-orang Batak Bermarga Simbolon (PSBI) pada Jumat (7/7/2023), Effendi Simbolong mengatakan bahwa Prabowo adalah sosok yang tepat untuk menggantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saya pribadi, secara jujur berharap Indonesia dinahkodai pemimpin yang punya keandalan. Secara jujur dan objektif, saya melihat figure itu ada di Pak Prabowo,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan dua kader PDIP tersebut, Effendi Gazali menyoroti istilah nahkoda dan kapal yang digunakan keduanya. Menurutnya, hal tersebut membuat publik berpikir bahwa istilah tersebut berkaitan dengan pencalonan presiden.

“Ini mau tidak mau membuat orang jadi berpikir tentang capres,” ujar Effendi Gazali, dikutip Suara Liberte dari tayangan Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne pada Kamis (20/7/2023).

Dosen Ilmu Komunikasi Politik ini kemudian mengingatkan soal teori kapal pindah. Ia memberi contoh bagaimana orde baru rapuh hingga tumbang karena 14 menteri di dalamnya pindah kapal.

Baca Juga: Dibintangi Shin Hye Sun, Ini 5 Fakta Menarik Drakor See You in My 19th Life

“Begitu ada kata kapal, perahu, nahkoda, maka ada dua hal yang harus kita ingat. Satu, jadi dulu selain teori pilihan tengah teori jalan tengah, ada teori kapal pindah dalam komunikasi politik,” jelas Effendi.

Namun, Effendi hanya bisa memberikan jawaban soal pindah atau tidaknya kapal Effendi Simbolon dan Budiman Sudjatmiko saat pendaftara calon presiden dann calon wakil presiden telah dilakukan.

“Nantikan ini ujungnya pasti dipanggil dan nanti akan menyebutkan bahwa ini pribadi bahkan ada kritik-kritikan yang disampaikan di dalam masih belum clear,” tuturnya.

Load More