Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani menyoroti kritikan pedas terkait dengan proyek food estate yang dinilai gagal oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia meminta hal tersebut dibuktikan lewat data dan tak hanya pernyataan semata.
Menurutnya, masyarakat tak butuh pernyataan bombastis karena hal itu tak akan mencerahkan publik terkait dengan apa yang terjadi dalam pemerintahan. AHY bisa menjadi lebih bijak dengan membuktikan soal berapa banyak jumlah lahan hutan yang dibabat oleh proyek food estate.
"Sebaiknya Mas AHY menyampaikan data berapa juta hektar proyek food estate itu yang lahannya tadinya berupa hutan dan kemudian dibabat ketika proyek tersebut dimulai," tegasnya seperti yang dilansir dari akun media sosial pribadinya @arsul_sani, Jumat (21/7).
Selain itu, data tersebut juga bisa dibandingkan dengan data yang terjadi dalam masa pemerintahan dari Eks Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dengan begitu ada pembanding yang jelas untuk memastikan apakah proyek food estate gagal atau sebaliknya malah dijalankan dengan baik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Arsul juga mengingatkan hal ini untuk semua pihak, setiap orang berhak untuk memberikan kritik namun alahkan baiknya jika hal tersebut dibarengi dengan data yang menunjang hal tersebut.
"Mari kita cerahkan publik kita dengan kritik setajam apapun, namun berbasis data yang jelas agar demokrasi kita naik kelas," jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan proyek food estate di Kalimantan yang telah membabat jutaan hektare hutan telah gagal.
"Food estate, di mana ada jutaan hektare dibabat, terus gagal. Padahal sudah habis. Nah ini mau gimana? Sedangkan Kalimantan adalah paru-paru dunia," kata AHY di acara Fisipol Leadership Forum, UGM, Sleman, Kamis (20/7).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Momen Mahalini Latihan Bersama Band Pengiringnya Jelang Konser KOMA 14 Februari 2026
-
Profil Amanda Lucson Finalis Puteri Indonesia 2026, Benarkah Usianya Terlalu Muda?
-
Diperiksa sampai Malam, Pandji Pragiwaksono: Saya Tidak Merasa Menista Agama
-
New Toyota GR Corolla Meluncur di IIMS 2026, Torsi Lebih Ganas dan Transmisi Matik
-
Ferdinand Hutahean: Penempatan Polri di Bawah Kementerian Bukan Solusi Benahi Keluhan Masyarakat
-
Istri yang Dibakar Suami di Paluta Meninggal Dunia
-
Ngaku Difitnah soal Jadi Petugas Haji, Chiki Fawzi Malah Dikritik Gara-Gara Adab di Acara TV
-
Kekuatan Tersembunyi Mahalini Jelang Konser: Rahasia Dukungan 2 Keluarga yang Tak Terbatas
-
Usai Gelar Perkara, KPK Tetapkan Status Hukum Hakim dan Pihak Lain yang Terjaring OTT di Depok
-
KPK Geledah Kantor Pusat Bea Cukai dan Rumah Tersangka, Dokumen hingga Uang Tunai Diamankan