Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha akhirnya buka suara terkait dengan nasib pihaknya yang tak kunjung dianggap sebagai bagian koalisi dari PDI Perjuangan (PDIP).
Hal ini secara terbuka disampaikannya dalam sebuah video yang dibagikan oleh akun media sosial dari DPP PSI. Terlihat dalam unggahan tersebut, politikus ini tengah diwawancara soal ini bersama dengan Butet Kertaradjasa.
Giring berharap setidaknya ada perubahan sikap dari partai berlambang kepala banteng tersebut. Ia menuturkan meski partainya terbilang kurang kuat karena tak punya kursi parlemen, itu bukan berarti partainya bisa diremehkan dalam Pilpres 2024.
"Everyone counts ya, even once (semua parpol itu penting walau hanya satu)," tegasnya seperti yang dilansir pada Senin (24/7).
Bahkan tak hanya itu, politikus muda ini juga turun menyinggung soal dukungan partainya terhadap sosok dari Ganjar Pranowo. Ia menegaskan hal tersebut merupakan hasil dari rembuk rakyat.
"Kalau Mas Ganjar itu hasil rembuk rakyat, kita waktu itu umumin. Tapi kalau ditanya sekarang, kita balik lagi bahwa kita tegak lurus bersama Pak Jokowi," tuturnya.
Diketahui, PDIP sendiri sebelumnya menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu keseriusan untuk berkoalisi dari PSI. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.
"Ya kita tunggu mereka yang akan menyatakan dukungan kepada Pak Ganjar. Kan harus menyampaikan juga suatu niatan sehingga kerja sama itu dari dua belah pihak," katanya di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2023).
Baca Juga: Celetuk Kader Demokrat ke Ganjar: Jangan Mimpi Wong Elite PDIP Mulai Enggak Percaya Kok
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
AS Bebaskan Suporter Piala Dunia 2026 dari Sejumlah Negara dari Kewajiban Deposit Visa
-
Apa Itu Thucydides Trap? Konsep Geopolitik yang Bikin Trump Terdiam di Depan Xi Jinping
-
Saatnya Kembali ke Akar: Membangun Imunitas dengan Kekayaan Pangan Lokal
-
Bohong atau Fakta? Klaim Netanyahu Kunjungi UEA Secara Rahasia Picu Kehebohan Ini di Tengah Perang
-
Mensos Nonaktifkan 2 Pejabat Terkait Dugaan Maladministrasi Pengadaan Sekolah Rakyat
-
Buntut Insiden Panas vs Persib Bandung, Rizky Ridho Tegaskan Skuad Persija Siap Terima Konsekuensi
-
18 Contoh Ucapan Kenaikan Yesus Kristus Penuh Makna Mendalam
-
Xi Jinping Blak-blakan Soal Ancaman Perang AS-China Trump Diam 1000 Bahasa
-
BTS Hingga Madonna Siap Perform di Final Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan Panggung Spektakuler
-
Manchester United Disebut Berencana Permanenkan Michael Carrick