News / Internasional
Kamis, 14 Mei 2026 | 13:18 WIB
Pemimpin China, Xi Jinping, membuka pertemuan penting dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing dengan pernyataan kontroversial. [istimewa]
Baca 10 detik
  • Xi Jinping menemui Donald Trump di Beijing pada Kamis (15/5) untuk membahas masa depan hubungan kedua negara.
  • Xi menyoroti risiko konflik Thucydides Trap dan mengajak Amerika Serikat bekerja sama guna menjaga stabilitas global.
  • Donald Trump menyambut positif pertemuan tersebut serta menyatakan optimisme terhadap peningkatan hubungan bilateral kedua negara di masa depan.

Suara.com - Pemimpin China, Xi Jinping, membuka pertemuan penting dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing dengan pernyataan kontroversial.

Dalam pertemuan di Great Hall of the People, Kamis (15/5), Xi menyinggung konsep geopolitik Thucydides trap, teori yang menggambarkan risiko perang ketika kekuatan baru menantang dominasi kekuatan lama.

“Seluruh dunia sedang menyaksikan pertemuan kita,” kata Xi di hadapan Trump dan delegasi kedua negara.

Xi menilai dunia saat ini sedang berada di persimpangan baru di tengah perubahan global yang disebutnya belum pernah terlihat dalam satu abad.

Xi kemudian mempertanyakan apakah China dan Amerika Serikat mampu menghindari jebakan konflik besar tersebut.

“Bisakah China dan Amerika Serikat mengatasi Thucydides trap dan menciptakan paradigma baru hubungan antarnegara besar?” ujar Xi dilansir dari NY Post.

Presiden Donald Trump resmi memulai kunjungan pentingnya ke China dengan bertemu langsung Presiden Xi Jinping di Beijing, Kamis (15/5) waktu setempat. [Istimewa]

Xi Jinping juga menekankan pentingnya kerja sama kedua negara dalam menghadapi tantangan global dan menjaga stabilitas dunia.

Menurut Xi, hubungan Beijing-Washington akan menentukan masa depan umat manusia.

Pernyataan Xi langsung memicu spekulasi internasional terkait arah hubungan dua kekuatan ekonomi terbesar dunia itu.

Baca Juga: Kabar Gembira! Trump Hapus Jaminan Visa Rp245 Juta untuk Pemegang Tiket Piala Dunia 2026

Namun sejumlah analis menilai pidato tersebut bukan ancaman terbuka, melainkan ajakan untuk menghindari konfrontasi.

Koresponden Asia Sky News, Helen-Ann Smith, mengatakan Xi sebenarnya ingin menyampaikan bahwa kebangkitan China tidak perlu dipandang sebagai ancaman bagi Amerika Serikat.

“Apa yang dikatakan Xi Jinping adalah bahwa kita bisa melampaui Thucydides trap,” ujarnya.

Trump sendiri tidak secara langsung menanggapi pernyataan Xi soal potensi konflik AS-China.

Namun Trump optimistis hubungan kedua negara justru akan semakin baik setelah pertemuan tersebut.

“Hubungan antara China dan Amerika Serikat akan menjadi lebih baik dari sebelumnya,” kata Trump.

Load More