- Xi Jinping menemui Donald Trump di Beijing pada Kamis (15/5) untuk membahas masa depan hubungan kedua negara.
- Xi menyoroti risiko konflik Thucydides Trap dan mengajak Amerika Serikat bekerja sama guna menjaga stabilitas global.
- Donald Trump menyambut positif pertemuan tersebut serta menyatakan optimisme terhadap peningkatan hubungan bilateral kedua negara di masa depan.
Suara.com - Pemimpin China, Xi Jinping, membuka pertemuan penting dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing dengan pernyataan kontroversial.
Dalam pertemuan di Great Hall of the People, Kamis (15/5), Xi menyinggung konsep geopolitik Thucydides trap, teori yang menggambarkan risiko perang ketika kekuatan baru menantang dominasi kekuatan lama.
“Seluruh dunia sedang menyaksikan pertemuan kita,” kata Xi di hadapan Trump dan delegasi kedua negara.
Xi menilai dunia saat ini sedang berada di persimpangan baru di tengah perubahan global yang disebutnya belum pernah terlihat dalam satu abad.
Xi kemudian mempertanyakan apakah China dan Amerika Serikat mampu menghindari jebakan konflik besar tersebut.
“Bisakah China dan Amerika Serikat mengatasi Thucydides trap dan menciptakan paradigma baru hubungan antarnegara besar?” ujar Xi dilansir dari NY Post.
Xi Jinping juga menekankan pentingnya kerja sama kedua negara dalam menghadapi tantangan global dan menjaga stabilitas dunia.
Menurut Xi, hubungan Beijing-Washington akan menentukan masa depan umat manusia.
Pernyataan Xi langsung memicu spekulasi internasional terkait arah hubungan dua kekuatan ekonomi terbesar dunia itu.
Baca Juga: Kabar Gembira! Trump Hapus Jaminan Visa Rp245 Juta untuk Pemegang Tiket Piala Dunia 2026
Namun sejumlah analis menilai pidato tersebut bukan ancaman terbuka, melainkan ajakan untuk menghindari konfrontasi.
Koresponden Asia Sky News, Helen-Ann Smith, mengatakan Xi sebenarnya ingin menyampaikan bahwa kebangkitan China tidak perlu dipandang sebagai ancaman bagi Amerika Serikat.
“Apa yang dikatakan Xi Jinping adalah bahwa kita bisa melampaui Thucydides trap,” ujarnya.
Trump sendiri tidak secara langsung menanggapi pernyataan Xi soal potensi konflik AS-China.
Namun Trump optimistis hubungan kedua negara justru akan semakin baik setelah pertemuan tersebut.
“Hubungan antara China dan Amerika Serikat akan menjadi lebih baik dari sebelumnya,” kata Trump.
Presiden AS itu juga memuji sambutan yang diterimanya di Beijing dan menyebut pertemuan tersebut sebagai salah satu forum paling penting dalam sejarah hubungan kedua negara.
“Saya sangat menantikan diskusi ini. Ada yang mengatakan ini mungkin pertemuan terbesar yang pernah ada,” ujar Trump.
Berita Terkait
-
Kabar Gembira! Trump Hapus Jaminan Visa Rp245 Juta untuk Pemegang Tiket Piala Dunia 2026
-
Viral Kepergok Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Minta Maaf: Saya Khilaf
-
Bisik-bisik Trump Saat Salaman Erat dengan Xi Jinping, Pakar Etika Bilang Begini
-
Pesan Xi Jinping Saat Bertemu Donald Trump, Singgung Hubungan China dan AS
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa
-
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe
-
Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II
-
81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun
-
DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association
-
Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur